POGI Ingatkan Cegah Stunting Sejak Ibu Mengandung

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:26 WIB
Kegiatan Merdeka Stunting 2026 yang digelar POGI dan Pegadaian dengan menyasar ibu hamil di Batu Aji, Minggu (30/8). F.Jamaluddin/Batam Pos
Kegiatan Merdeka Stunting 2026 yang digelar POGI dan Pegadaian dengan menyasar ibu hamil di Batu Aji, Minggu (30/8). F.Jamaluddin/Batam Pos

 
batampos - Upaya mencegah stunting tidak cukup dilakukan setelah anak lahir. Perhatian terhadap kesehatan ibu sejak masa kehamilan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan bayi tumbuh dan berkembang secara optimal.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Merdeka Stunting 2026 bertajuk “Dari Ibu Hamil, Semua Jadi Penting” yang digelar di halaman UPTD Puskesmas Batu Aji, Jalan Rindang Garden, Buliang, Kecamatan Batu Aji, Batam, Minggu (30/8).

Puluhan ibu hamil di Batu Aji mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) bersama Pegadaian Kota Batam tersebut.

Dalam kegiatan itu, para ibu hamil mendapatkan sejumlah layanan secara gratis, di antaranya pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC), ultrasonografi (USG), edukasi kehamilan dan parenting, konseling, serta suplementasi gizi.

Baca Juga: Air Belum Normal, Warga Marina Swadaya Cari Air Bersih

Ketua POGI Cabang Kepulauan Riau, dr. Dino G. Prihadianto, SpOG, MKes, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan bersama untuk mencegah stunting sejak masa kehamilan.

Menurutnya, kesehatan ibu menjadi salah satu kunci dalam menentukan kondisi bayi yang dikandung.

“Intinya kalau ibu hatinya sehat, maka bayinya kuat,” kata Dino.

Ia menjelaskan, pencegahan stunting perlu dilakukan jauh sebelum seorang anak mengalami gagal tumbuh. Salah satunya melalui perencanaan kehamilan dan pengaturan jarak kelahiran.

Ia menyebut penggunaan kontrasepsi dan menjaga jarak kelahiran lebih dari dua tahun dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan.

“Dengan adanya seperti itu, maka stunting akan bisa dicegah,” ujarnya.

Dino menerangkan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang dapat dipengaruhi kekurangan gizi kronis. Persoalan tersebut bahkan dapat dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan.

Karena itu, ibu hamil perlu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup serta melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.

“Semua ibu yang sedang hamil itu perlu gizi yang cukup dengan enam kali pemeriksaan antenatal,” kata Dino.

Menurutnya, periode 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa yang sangat menentukan pertumbuhan anak. Selain kekurangan gizi, sejumlah faktor lain juga dapat meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang, seperti infeksi berulang, lingkungan yang tidak sehat, serta paparan asap rokok.

Baca Juga: Pulau Penyengat Bakal Ditata, Menteri PU Siapkan Sejumlah Proyek

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Batam itu juga mengingatkan pentingnya pemberian ASI eksklusif setelah bayi lahir. Menurutnya, ASI merupakan asupan terbaik bagi bayi dan menjadi bagian dari upaya mencegah gangguan pertumbuhan.

Dino menambahkan, dampak stunting tidak hanya terlihat dari kondisi fisik anak. Kekurangan gizi kronis dapat memengaruhi perkembangan otak sehingga kemampuan belajar dan konsentrasi anak berpotensi menurun.

“Bukan hanya terganggu, tapi menurun,” ujarnya.

Anak yang mengalami stunting juga berisiko mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terserang penyakit. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes dan obesitas.

Karena itu, ia menilai pencegahan harus dilakukan sedini mungkin dengan melibatkan berbagai pihak.

Kegiatan Merdeka Stunting 2026 di Batu Aji tersebut merupakan bagian dari gerakan yang dilaksanakan di 36 kota di Indonesia melalui kolaborasi Pegadaian dan POGI menuju Indonesia Emas bebas stunting.

Perwakilan Pegadaian Batam, Wulan, mengatakan pihaknya memilih Puskesmas Batu Aji sebagai lokasi kegiatan untuk memberikan dukungan langsung kepada ibu hamil.

“Temanya adalah dari ibu hamil semua jadi penting. Bentuk support kami dari Pegadaian adalah menurunkan angka stunting yang ada saat ini melalui dukungan kegiatan,” kata Wulan.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para ibu hamil yang mengikuti pemeriksaan dan edukasi. Menurutnya, Pegadaian juga berkomitmen mendukung kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

“Apapun kegiatan masyarakat, kami Pegadaian siap mendukung semua kegiatan yang ada untuk kemasyarakatan,” ujarnya. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
POGI kesehatan ibu hamil stunting pegadaian