Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Air Belum Normal, Warga Marina Swadaya Cari Air Bersih

R
Penulis: Rengga Yuliandra❯

 


Advertisement

Warga Marina, Sekupang berswadaya menyewa kendaraan dan mencari sumber air lain karena air tak kunjung normal. F.istimewa
Warga Marina, Sekupang berswadaya menyewa kendaraan dan mencari sumber air lain karena air tak kunjung normal. F.istimewa

 
batampos
- Harapan warga kawasan Marina, Sekupang, untuk kembali mendapatkan pasokan air bersih secara normal belum sepenuhnya terwujud. Setelah sempat mengalir dengan debit kecil pada Minggu (30/8) dini hari, aliran air kembali mati pada pagi harinya.

Kondisi tersebut membuat warga masih harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sebagian bahkan memilih berswadaya dengan menyewa mobil tangki maupun mobil pikap untuk mencari dan mengangkut air bersih dari sumber lain.

Advertisement

Di Perumahan Gesya Eternal Marina, misalnya, warga mengaku aliran air dari PT Air Batam Hilir (ABH) sejak 27 Agustus lalu belum mencukupi kebutuhan penghuni.

“Semalam hidup. Sekitar jam 12 malam kecil sekali. Pagi ini mati lagi,” ujar Dika, salah seorang warga.

Menurut Dika, bantuan air tangki dari ABH sejak gangguan terjadi baru datang sekitar dua mobil tangki. Padahal, Perumahan Gesya Eternal Marina Tahap 1 dan Tahap 2 dihuni sekitar 2.000 kepala keluarga (KK).

Kondisi tersebut membuat warga berinisiatif memenuhi kebutuhan air secara mandiri. Mereka menyewa mobil pikap dan mencari sendiri sumber air bersih untuk dibawa pulang ke lingkungan perumahan.

“Dari tanggal 27 Agustus, air dari ABH hanya dua tangki sampai kemarin. Akhirnya masyarakat swadaya menyewa mobil pikap dan mencari sendiri sumber air bersih,” kata Dika.

Warga juga mengaku terpaksa memanfaatkan sumber air dari sumur bor yang disediakan pengembang untuk kebutuhan pekerjaan proyek. Namun, air tersebut dinilai tidak layak digunakan karena kondisinya keruh dan berbau.

Masyarakat pun harus mengantre untuk mendapatkan air tersebut meski kualitasnya jauh dari harapan.

Advertisement

Artikel Terkait

Krisis Air Masuk Hari Keempat, Warga Batuaji-Sagulung Mulai Menjerit

Krisis Air Masuk Hari Keempat, Warga Batuaji-Sagulung Mulai Menjerit

Krisis air bersih di Batam memasuki hari keempat. Warga Batuaji, Sagulung hingga Marina kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga dan usaha.

    Pipa 800 Milimeter Bocor di Mukakuning, Air Menyembur ke Jalan

Pipa 800 Milimeter Bocor di Mukakuning, Air Menyembur ke Jalan

Pipa lama berdiameter 800 milimeter bocor di depan Batamindo Plaza, Mukakuning. Semburan air bertekanan tinggi sempat mencapai badan Jalan

    Dua Hari Air Tak Mengalir, Warga Batam Mulai Kewalahan

Dua Hari Air Tak Mengalir, Warga Batam Mulai Kewalahan

Gangguan aliran air bersih memasuki hari kedua di sejumlah kawasan Batam. Warga mulai kewalahan memenuhi kebutuhan sehari-hari

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer