
batampos - Gangguan aliran air bersih di sejumlah kawasan Batam memasuki hari kedua. Kondisi ini mulai membuat warga kewalahan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian bahkan mengaku tak lagi sanggup membeli air galon untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.
Keluhan datang dari berbagai wilayah, mulai dari Perumahan Ricci, Rhabayu Marina Sekupang, Saguba Indah, Sagulung, Tanjung Uma, hingga kawasan pusat Kota Lubuk Baja dan Nagoya.
Warga Perumahan Ricci, Winni, mengatakan gangguan aliran air sangat menghambat aktivitas keluarganya. Selain kebutuhan rumah tangga terganggu, anak-anak juga ikut terdampak karena air bersih menjadi kebutuhan utama sebelum beraktivitas dan bersekolah.
“Ampun ya, apa enggak ada solusi tangki air dari ABH? Sudah dua hari kayak gini. Gimana orang mau aktivitas, gimana anak-anak mau sekolah. Sampai sekarang air enggak ngalir,” keluh Winni, Jumat (29/8).
Warga lainnya, Sari, bahkan mengaku mulai kewalahan membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah enggak sanggup beli galon. Aduh, gimana ini tidak ada air. Mesti berapa galon lagi kita beli air?” keluhnya.
Kondisi serupa dirasakan Rendi, warga Perumahan Rhabayu Marina, Sekupang. Ia mengatakan aliran air di kawasan tempat tinggalnya sudah mati selama dua hari.
Rendi mempertanyakan belum adanya penyaluran bantuan air bersih dari Air Batam Hilir (ABH) ke kawasan perumahannya.
“Masak enggak ada penyaluran bantuan air dari ABH ke perumahan. Saya saja dua hari pakai air galon mandi, tiap hari beli berat juga,” ujarnya.



