Gubernur Ansar Tegaskan Kepri Tetap Aman untuk Investasi

Antara • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 06:25 WIB
Tim Operasi Gabungan Bareskrim Polri, BNN RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Kepri menggelar konferensi pers terkait pengungkapan narkotika jenis ketamin 800 kilogram di Mapolda Kepri, Batam, Selasa (1/9/2026). F. Diskominfo Kepri
Tim Operasi Gabungan Bareskrim Polri, BNN RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Kepri menggelar konferensi pers terkait pengungkapan narkotika jenis ketamin 800 kilogram di Mapolda Kepri, Batam, Selasa (1/9/2026). F. Diskominfo Kepri

batampos – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menegaskan bahwa Provinsi Kepulauan Riau tetap menjadi daerah yang aman dan kondusif untuk investasi meski aparat gabungan baru saja mengungkap penyelundupan narkotika jenis ketamin hidroklorida (HCL) seberat 800 kilogram melalui jalur laut.

Pernyataan tersebut disampaikan Ansar saat menghadiri konferensi pers operasi gabungan yang digelar Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Kepri di Mapolda Kepri, Selasa (2/9/2026).

"Pemerintah Provinsi Kepri bersama seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen kuat untuk menjaga keamanan dan kondusivitas daerah," kata Ansar.

Ia menegaskan bahwa Kepri merupakan salah satu destinasi investasi strategis nasional sekaligus daerah tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Karena itu, para investor, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN), diminta tidak khawatir menjalankan aktivitas usaha di wilayah tersebut.

"Kepri tetap merupakan daerah yang aman dan kondusif untuk melakukan berbagai aktivitas investasi," ujarnya.

Ansar memastikan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan seluruh instansi terkait akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan investasi yang berjalan sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh aparat penegak hukum yang berhasil menggagalkan penyelundupan ketamin seberat 800 kilogram melalui jalur laut di wilayah perairan Kepulauan Riau.

Menurut Ansar, posisi geografis Kepri sebagai daerah perbatasan sekaligus beranda terdepan Indonesia di bagian barat menghadirkan tantangan besar dalam menghadapi kejahatan lintas negara, termasuk penyelundupan narkotika.

"Kepri memang merupakan wilayah perbatasan dan salah satu teras negara di wilayah barat. Kita patut bersyukur dan memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh aparat dalam menjaga kedaulatan negara dari berbagai bentuk kejahatan transnasional," katanya.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan peredaran narkotika dan berbagai bentuk penyelundupan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh pihak.

Ansar berharap keberhasilan operasi gabungan tersebut semakin memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarinstansi dalam menjaga keamanan wilayah Kepri sekaligus melindungi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kolaborasi seperti ini sangat penting guna menjamin keamanan dan menjaga kedaulatan NKRI," ujar Ansar.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama tim gabungan mengungkap dugaan penyelundupan 800 kilogram ketamin melalui jalur laut di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, pada 22 Agustus 2026. Pengungkapan tersebut menjadi salah satu kasus penyelundupan narkotika terbesar yang berhasil digagalkan di wilayah perbatasan Indonesia sepanjang tahun ini. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Investasi Kepri Bareskrim Polri ketamin Ansar Ahmad kepri