Waspada Kekeringan dan Karhutla, Pemko Batam Bentuk Tim Mitigasi

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:24 WIB
Para prajurit TNI memadamkan api di lokasi karhutla. Belasan ribu personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai daerah Indonesia. (TNI)
Para prajurit TNI memadamkan api di lokasi karhutla. Belasan ribu personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai daerah Indonesia. (TNI)

 
batampos - Pemerintah Kota (Pemko) Batam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diminta menghemat penggunaan air dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Langkah tersebut dituangkan melalui Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 42 Tahun 2026 tentang Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Batam.

Surat edaran yang ditetapkan Wali Kota Batam Amsakar Achmad itu diterbitkan sebagai tindak lanjut peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi kekeringan meteorologis pada Dasarian III Agustus 2026 di wilayah Kota Batam.

Dalam edaran tersebut, masyarakat diimbau bijak menggunakan air dan menjaga sumber air. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah, serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Imbauan tersebut mulai ditindaklanjuti di tingkat kecamatan. Kecamatan Batam Kota dan Kecamatan Sekupang sama-sama menyiapkan pembentukan tim mitigasi bencana untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Baca Juga: Polda Kepri Bagi Zona Penanganan Karhutla, Setiap Kebakaran Diselidiki

Camat Batam Kota Dwiki Septiawan mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh masyarakat di wilayahnya untuk menjalankan ketentuan dalam surat edaran Wali Kota Batam.

“Kami sudah menginstruksikan kepada seluruh masyarakat untuk menjalankan surat edaran ini,” ujar Dwiki, Rabu (2/9).

Selain menginstruksikan masyarakat, Kecamatan Batam Kota juga akan membentuk tim mitigasi bencana di tingkat kecamatan. Tim tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan apabila terjadi bencana, termasuk kekeringan maupun kebakaran.

Dwiki mengatakan, langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kondisi yang dapat berkembang di lapangan. Masyarakat juga diharapkan ikut berperan dengan menjaga penggunaan air dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.

Sementara itu, Kecamatan Sekupang menyiapkan langkah serupa. Camat Sekupang Ersan mengatakan, pihaknya merencanakan pembentukan tim mitigasi bencana tingkat Kecamatan Sekupang dalam waktu sekitar satu minggu ke depan.

“Rencananya dalam seminggu ke depan kami akan membentuk tim mitigasi bencana tingkat Kecamatan Sekupang. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD,” kata Ersan.

Menurut Ersan, pembentukan tim tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan di tingkat kecamatan. Dengan adanya tim, koordinasi dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Sekupang diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan terarah.

Selain pembentukan tim, Ersan juga mengimbau masyarakat menjalankan arahan yang tertuang dalam surat edaran Wali Kota Batam. Warga diminta menghemat penggunaan air dan menjaga sumber air, terutama menghadapi potensi kekeringan.

Baca Juga: 1. 023 Kendaraan Jalani Uji KIR di Batam, 65 Tak Lulus

Masyarakat juga diingatkan tidak membakar sampah, membuka lahan dengan cara dibakar, maupun membuang puntung rokok sembarangan. Aktivitas tersebut dapat menjadi pemicu kebakaran, terutama ketika kondisi lahan dan lingkungan dalam keadaan kering.

Ersan berharap kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana sejak dini.

Dengan penguatan mitigasi di tingkat kecamatan serta pelaksanaan imbauan Wali Kota, potensi dampak kekeringan dan karhutla diharapkan dapat diminimalisir.

Masyarakat yang menemukan indikasi kebakaran atau membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi layanan Batam Siaga melalui 112 atau POLRI di 110. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
kekeringan mitigasi karhutla BPBD Batam pemko batam