Amsakar Minta FKDM Perkuat Deteksi Dini, Kerawanan Batam Harus Terbaca Sejak Awal

Muhammad Syaban • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 18:31 WIB
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menerima audiensi pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/9). 
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menerima audiensi pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/9). 

batampos - Menjaga keamanan Batam tak cukup dengan merespons persoalan setelah terjadi. Informasi dari lapangan perlu dibaca sejak awal agar potensi kerawanan sosial tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Batam, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus, mendukung arahan Wali Kota Batam Amsakar Achmad agar FKDM memperkuat fungsi deteksi dini di tengah masyarakat.

“Kami mendukung penuh arahan Wali Kota Batam,” kata Romo Paschal kepada Batam Pos, Kamis (3/9) siang. 

Menurut Romo Paschal, FKDM memiliki peran penting untuk membaca perubahan situasi sosial dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi bahan bagi pemerintah untuk mengambil langkah pencegahan.

“Sebagai FKDM, kami siap memperkuat deteksi dini, membaca potensi kerawanan sejak awal, serta memberikan masukan yang cepat serta objektif demi Batam yang aman dan kondusif,” ujar dia.

Dorongan penguatan FKDM sebelumnya disampaikan Amsakar saat menerima audiensi pengurus FKDM Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/9). Pertemuan itu membahas upaya memperkuat kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG).

Amsakar mengatakan FKDM memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah membaca dinamika sosial. Menurut dia, deteksi dini yang akurat memungkinkan pemerintah mengambil langkah pencegahan sebelum persoalan membesar.

“Keberadaan FKDM sangat strategis untuk membantu pemerintah memetakan dinamika di tengah masyarakat. Dengan deteksi dini yang akurat, kita bisa mengambil langkah pencegahan lebih cepat sehingga keamanan dan kondusivitas Kota Batam tetap terjaga,” kata Amsakar.

Ia meminta informasi yang disampaikan dari lapangan tidak berhenti sebagai laporan. FKDM juga diharapkan memberikan masukan yang objektif sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan.

Kecepatan informasi menjadi penting karena situasi sosial dapat berubah dalam waktu singkat. Karena itu, Amsakar mendorong jaringan kewaspadaan tidak hanya bekerja di tingkat kota, tetapi diperkuat hingga kecamatan dan kelurahan.

Dengan jaringan yang semakin dekat dengan masyarakat, pemerintah diharapkan dapat mengetahui persoalan sejak gejalanya muncul. Langkah pencegahan pun dapat dilakukan sebelum potensi kerawanan berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

Amsakar juga mengaitkan stabilitas keamanan dengan keberlanjutan pembangunan dan iklim investasi Batam. Karena itu, ia meminta sinergi antara Pemko Batam, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), FKDM, dan berbagai elemen masyarakat terus diperkuat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam Riama Manurung mengatakan pihaknya siap memfasilitasi dan mengoptimalkan program kerja FKDM.

“Penguatan koordinasi diperlukan agar informasi yang diterima dari lapangan dapat ditindaklanjuti secara responsif dan terukur,” kata Riama. (*)

Editor : Jamil Qasim
deteksi dini FKDM