Anak Nelayan Pulau Abang Banyak Tak Lanjut SMA, Pemprov Kepri Turun Tangan

Mohamad Ismail • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 16:59 WIB
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat diwawancarai terkait pembangunan SMA di Pulau Abang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat diwawancarai terkait pembangunan SMA di Pulau Abang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

 
batampos - Ketiadaan sekolah menengah atas (SMA) di Pulau Abang, Kota Batam, membuat akses pendidikan lanjutan anak-anak di wilayah tersebut masih menjadi persoalan. Setiap tahun, belasan lulusan SMP disebut tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan akan mengecek terlebih dahulu jumlah murid dan kebutuhan guru sebelum menentukan langkah penyediaan layanan pendidikan tingkat SMA di Pulau Abang.

Setiap tahunnya, sekitar 30 siswa lulus dari SMP Negeri 24 Batam. Namun, sekitar 10 hingga 15 di antaranya disebut tidak melanjutkan sekolah.

Sebagian anak memilih membantu orang tua melaut. Sementara lainnya membantu pekerjaan rumah atau usaha keluarga.

Baca Juga: Oknum Guru SMK Tanjungpinang Jadi Tersangka Pencabulan, Sanksi Berat Diproses

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, Pemprov Kepri akan melakukan survei untuk melihat kebutuhan pendidikan di Pulau Abang, termasuk jumlah murid dan guru.

“Kita akan survei, lihat dulu jumlah muridnya, jumlah gurunya, lalu nanti akan dipelajari,” kata Ansar di Tanjungpinang, Minggu (6/9).

Selain itu, Ansar menyebut hingga kini belum ada usulan pembangunan gedung SMA di Pulau Abang.

“Belum ada usulan, nanti kita akan cek lagi,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung mengatakan pihaknya akan melihat terlebih dahulu kondisi pendidikan di Pulau Abang sebelum menentukan langkah.

Ia mengakui Pulau Abang hingga kini belum memiliki SMA. Menurutnya, pemerintah telah membangun dua SMA di Kecamatan Galang.

Salah satunya SMA Negeri 30 Batam yang dipersiapkan untuk mendukung pengembangan kawasan Tanjung Banon ke depan.

“Kalau memang gitu kita lihat dulu. Bisa saja kelas jauh kita buka di sana, di Pulau Abang,” tambah Andi Agung. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
sma pendidikan smp Ansar Ahmad pulau abang batam