Data Center Tak Bergantung Waduk Nongsa, Air Warga Tetap Prioritas

Muhammad Syaban • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 18:48 WIB
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano. Foto: M. Sya
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano. Foto: M. Sya'ban/Batam Pos

 batampos – Pengembangan Data Center di kawasan Nongsa tidak bergantung pada pasokan air dari Waduk Nongsa. Di tengah penurunan muka air waduk tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan kebutuhan air minum rumah tangga tetap menjadi prioritas.

Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan, kebutuhan air operasional data center di kawasan Nongsa dialokasikan dari jaringan utama yang bersumber dari Waduk Duriangkang. Sementara Waduk Nongsa hanya berfungsi sebagai sumber pendukung.

“Kawasan Data Center tidak bergantung pada Waduk Nongsa,” kata Denny.

Dengan skema tersebut, BP Batam memastikan kebutuhan air untuk kawasan industri, termasuk Data Center, tidak mengorbankan pasokan air minum bagi masyarakat di sekitar Nongsa.

Untuk memenuhi kebutuhan Data Center dalam jangka panjang, BP Batam juga menyiapkan sumber air alternatif melalui Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau teknologi desalinasi air laut.

Skema tersebut saat ini masih dalam tahap perizinan dan penyusunan desain teknis. Pengembangannya akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing Data Center.

“Dengan demikian, keandalan pasokan air untuk kawasan strategis nasional maupun permukiman warga sekitar tetap terjamin dan dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Denny.

Sementara itu, penurunan produksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa tidak berarti pasokan air kepada masyarakat dihentikan.

BP Batam memperkuat sistem jaringan antarsumber air untuk menjaga suplai ke wilayah Nongsa. Interkoneksi antarwaduk dioptimalkan, disertai rekayasa pola operasi agar distribusi air tetap stabil.

Sebagian tambahan pasokan air akan didorong dari Waduk Duriangkang melalui sistem booster.

Sejumlah pekerjaan penguatan jaringan juga tengah dilakukan. Di antaranya pemasangan pipa baru berdiameter 160 milimeter pada segmen GIA Residence–Bida 3, interkoneksi pipa 110 milimeter di kawasan Bida 3, serta pemasangan boundary valve di Rhabayu Attura.

Langkah tersebut dilakukan agar keterbatasan air baku di Waduk Nongsa tidak langsung berdampak terhadap pelayanan air kepada masyarakat.

“Pemenuhan kebutuhan air minum harian bagi masyarakat rumah tangga tetap menjadi prioritas utama,” ujar Denny.

Dengan penguatan jaringan, pemanfaatan sumber air dari Waduk Duriangkang serta rencana penggunaan teknologi desalinasi, BP Batam menyiapkan skema berbeda untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan kawasan industri.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan pasokan air di Batam, terutama di tengah menyusutnya cadangan air baku Waduk Nongsa. (*)

Editor : Fiska Juanda
Waduk Nongsa Air Batam Air Bersih Warga Batam Air untuk Data Center bp batam