Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Kaveling Sagulung Berseri Krisis Air, BP Batam Pasok Mobil Tangki

M
Penulis: Muhammad Sya'ban❯
Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan warga saat meninjau persoalan suplai air di Kaveling Sagulung Berseri, Sei Lekop, Batam, Jumat (4/9) sore. Foto: Humas BP Batam
Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan warga saat meninjau persoalan suplai air di Kaveling Sagulung Berseri, Sei Lekop, Batam, Jumat (4/9) sore. Foto: Humas BP Batam

Advertisement

batampos — Sekitar 65 keluarga di Kaveling Sagulung Berseri, Sei Lekop, Batam, masih menghadapi persoalan pasokan air bersih. Aliran air belum mengalir secara rutin sehingga warga mengandalkan pasokan dari mobil tangki.

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad yang turun ke kawasan RW 8, RT 3 dan RT 5, Jumat (4/9) sore. Di RT 3 tercatat sekitar 21 kepala keluarga, sedangkan RT 5 dihuni sekitar 45 keluarga.

Warga mengatakan persoalan pasokan air telah berlangsung cukup lama. Salah seorang warga, Parna, mengapresiasi kedatangan Amsakar dan berharap pemerintah segera memberikan solusi permanen.

Advertisement

Amsakar mengatakan, kebutuhan air warga tidak boleh menunggu hingga proyek penguatan jaringan selesai. Selama pekerjaan berlangsung, pasokan melalui mobil tangki harus tetap dilakukan.

“Penyelesaiannya memang membutuhkan waktu, tetapi selama proses itu berjalan, suplai melalui mobil tangki harus tetap dilakukan. Tidak ada cerita, ini harus selesai,” kata Amsakar kepada jajaran Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan PT Air Batam Hilir (ABHi).

Ia meminta jumlah armada tangki disesuaikan dengan kebutuhan warga di lapangan. BP Batam juga menyiapkan penambahan armada dengan mengalihkan anggaran multiyears untuk memperkuat distribusi air bersih.

Advertisement

Penguatan jaringan di kawasan tersebut ditargetkan selesai paling lambat November atau Desember 2026. Selama pekerjaan berlangsung, distribusi air melalui mobil tangki tetap menjadi solusi sementara bagi warga.

Tak Hanya Dampak Pipa Muka Kuning

BP Batam menyebut persoalan pasokan air di Sei Lekop dan sejumlah kawasan lain tidak seluruhnya berkaitan dengan pekerjaan relokasi pipa berdiameter 800 milimeter di Muka Kuning.

Perbaikan dan relokasi pipa tersebut sebelumnya dilakukan BP Batam bersama PT ABHi. Setelah pekerjaan rampung, distribusi air dipantau secara bertahap untuk memastikan tekanan dan aliran kembali normal.

Sebagian besar wilayah yang terdampak kini mulai menerima pasokan secara normal. Namun, sejumlah kawasan masih menghadapi tekanan air rendah atau masuk kategori stress area.

Advertisement

Artikel Terkait

Air Batam Baru Pulih 80 Persen, Normalisasi Jaringan Butuh 48 Jam

Air Batam Baru Pulih 80 Persen, Normalisasi Jaringan Butuh 48 Jam

Hingga Selasa (13/10) pukul 10.00 WIB, sekitar 80 persen area pelanggan mulai menerima aliran air setelah pemadaman listrik

 Investasi Pengolahan Air Laut Capai Rp500 Miliar

Investasi Pengolahan Air Laut Capai Rp500 Miliar

BP Batam mendorong perusahaan data center membangun SWRO untuk memenuhi kebutuhan air industri. Investasinya diperkirakan Rp400–500 miliar.

Amsakar Minta Pemko Batam dan BP Batam Percepat Serapan Anggaran

Amsakar Minta Pemko Batam dan BP Batam Percepat Serapan Anggaran

Amsakar Achmad meminta Pemko Batam dan BP Batam mempercepat serapan anggaran serta menuntaskan masalah air bersih, banjir, dan sampah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer