Sampah Batam 1.205 Ton per Hari Berpotensi Hasilkan Listrik 20 MW

Putut Ariyo • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 08:56 WIB
Alat berat digunakan untuk menata sampah di kawasan TPA Punggur, Nongsa, beberapa waktu lalu. Blok landfill baru di area ini disiapkan untuk mengakomodir penambahan volume sampah. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Alat berat digunakan untuk menata sampah di kawasan TPA Punggur, Nongsa, beberapa waktu lalu. Blok landfill baru di area ini disiapkan untuk mengakomodir penambahan volume sampah. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos - Persoalan sampah di Kota Batam mulai diarahkan menjadi peluang pengembangan energi terbarukan. Badan Pengusahaan (BP) Batam menawarkan konsep waste to energy (WtE) kepada calon mitra di Jepang dengan potensi pengolahan sekitar 1.205 ton sampah per hari.

Gagasan tersebut disampaikan BP Batam dalam forum Asia Pacific Circular Cities (APCC) 2026 yang berlangsung di Yokohama, Jepang, pada 3-4 September 2026.

Dalam forum tersebut, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjadi narasumber sekaligus panelis dalam sesi bertajuk “Developing a Bankable Waste to Energy Project in Batam: Challenges, Lessons and Partnership Opportunities” pada 4 September.

Ariastuty tampil bersama perwakilan World Bank, JFE Engineering Corporation, serta Pemerintah Kota Makassar.

Forum tersebut dimanfaatkan BP Batam untuk memperkenalkan kebutuhan sekaligus peluang pengembangan proyek WtE di Batam. BP Batam juga membuka ruang kerja sama dengan mitra yang memiliki pengalaman dan kapasitas dalam pengelolaan sampah menjadi energi.

BP Batam Buka Peluang Feasibility Study

BP Batam menawarkan peluang kerja sama dalam penyusunan feasibility study (FS) atau studi kelayakan sebagai tahapan awal pengembangan proyek WtE di Batam.

Penyusunan FS nantinya akan dikoordinasikan BP Batam bersama kementerian dan lembaga terkait. Kajian tersebut diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai aspek teknis, ekonomi, lingkungan, hingga skema pengembangan proyek.

“Dengan jumlah sampah yang mencapai 1.205 ton per hari, Batam memiliki potensi untuk mengembangkan waste to energy. Karena itu, kami menawarkan FS sebagai langkah awal agar proyek ini memiliki dasar kajian yang jelas dan dapat dikembangkan lebih lanjut,” kata Ariastuty.

Potensi tersebut mendapat respons awal dari JFE Engineering Corporation, perusahaan asal Jepang yang memiliki pengalaman di bidang teknologi pengolahan sampah dan energi.

Setelah sesi presentasi, BP Batam langsung menggelar pertemuan dengan JFE Engineering untuk membahas peluang pengembangan proyek WtE di Batam.

JFE Engineering Estimasikan Potensi Listrik 20 MW

Berdasarkan estimasi awal JFE Engineering, volume sampah yang dihasilkan Batam berpotensi menghasilkan listrik sekitar 20 megawatt (MW).

Jika terealisasi dengan kapasitas tersebut, energi listrik yang dihasilkan diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan sekitar 20.000 rumah.

Namun, angka tersebut masih berupa estimasi awal. Besaran kapasitas pembangkitan dan kelayakan proyek masih harus ditentukan melalui kajian teknis dan studi kelayakan yang lebih mendalam.

JFE Engineering menyatakan ketertarikannya untuk datang langsung ke Batam guna mendalami peluang pengembangan proyek tersebut.

Dalam pembahasan berikutnya, PT PLN (Persero) juga akan dilibatkan sebagai pihak yang berpotensi membeli listrik yang dihasilkan dari proyek WtE tersebut.

BP Batam Jajaki Kerja Sama dengan Yokohama

Selain membahas peluang investasi di sektor energi terbarukan, BP Batam memanfaatkan APCC 2026 untuk kembali membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kota Yokohama.

Pada 3 September, BP Batam bertemu dengan Wakil Wali Kota Yokohama. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama antara Yokohama dan Kota Batam.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BP Batam memperluas kerja sama internasional, khususnya dalam pengembangan circular economy, teknologi, investasi, dan energi terbarukan.

Ariastuty berharap ketertarikan calon mitra tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui pembahasan yang lebih konkret di Batam.

“Kami berharap ketertarikan ini dapat ditindaklanjuti dengan pembahasan yang lebih konkret di Batam. Yang kami dorong adalah, bagaimana sampah dapat diolah menjadi energi terbarukan dan memberikan manfaat bagi Kota Batam, serta mendorong keterlibatan langsung masyarakat dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut hadir Direktur Pengendalian Investasi BP Batam Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hadjad Widagdo, serta Kepala Biro Keuangan Siswanto. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
energi terbarukan Sampah Batam bp batam Waste to Energy jepang