Kunjungan Wisatawan Dongkrak Pajak Hotel dan Restoran Batam

Antara • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 17:01 WIB
Rombongan wisatawan baru tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepri (29/6/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)
Rombongan wisatawan baru tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepri (29/6/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

batampos – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara turut mendorong peningkatan penerimaan pajak hotel dan restoran di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), sepanjang semester I 2026.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, kontribusi sektor pariwisata terhadap penerimaan daerah terlihat dari pertumbuhan pajak hotel dan restoran dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Saya buat perhitungan sederhana untuk melihat bagaimana arus wisatawan yang tinggi berdampak terhadap pajak hotel dan restoran di Kota Batam. Saya temukan bahwa meningkat dari semester I tahun 2025 dan tahun ini,” kata Amsakar di Batam, Selasa (8/9).

Berdasarkan catatannya, penerimaan pajak hotel pada semester I 2026 mencapai Rp101,1 miliar, meningkat dari Rp76,3 miliar pada periode yang sama 2025. Dengan demikian, penerimaan pajak hotel tumbuh sekitar 32,8 persen.

Sementara itu, penerimaan pajak restoran meningkat dari Rp88,9 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp108,9 miliar pada semester I 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 22,5 persen.

Kenaikan penerimaan pajak hotel dan restoran tersebut sejalan dengan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam. Pada semester I 2026, PAD tercatat mencapai Rp1,261 triliun, naik dari Rp1,059 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau tumbuh sekitar 19 persen.

Amsakar menilai pertumbuhan penerimaan pajak hotel dan restoran dapat menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas pariwisata sekaligus perekonomian di Batam.

Menurutnya, meningkatnya jumlah wisatawan berpotensi mendorong aktivitas di sektor akomodasi, konsumsi makanan dan minuman, serta berbagai sektor pendukung lainnya.

“Ini mengindikasikan secara sederhana bagaimana arus kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik ke Batam, bisa kita lihat dari kontribusinya terhadap pajak hotel dan restoran. Ternyata sangat signifikan,” ujarnya.

Kunjungan Wisman Tembus 964 Ribu

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisman ke Batam pada Januari-Juli 2026 mencapai 964.457 kunjungan.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama 2025 yang tercatat sebanyak 861.997 kunjungan.

Wisatawan yang datang ke Batam masih didominasi dari Singapura, Malaysia dan China. Selain itu, terdapat pula wisman asal India serta sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Filipina dan Myanmar.

Amsakar mengatakan tingginya kunjungan wisatawan asal Singapura dan Malaysia turut dipengaruhi perbedaan nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura dan ringgit Malaysia.

Berdasarkan laporan dari sejumlah pelabuhan, volume kedatangan wisatawan dari kedua negara tersebut meningkat terutama pada akhir pekan.

“Tren Singapura dan Malaysia akibat selisih kurs rupiah dengan SGD (dolar Singapura) dan ringgit. Rata-rata Jumat, Sabtu, Minggu, volume kedatangan mereka dari Singapura dan Malaysia kepada kami itu luar biasa tinggi,” katanya.

Perkuat Posisi Batam sebagai Kota MICE

Menurut Amsakar, meningkatnya aktivitas pariwisata turut memperkuat posisi Batam sebagai salah satu kota Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) yang masuk dalam 10 kota prioritas pemerintah.

Ia berharap pertumbuhan sektor pariwisata dapat terus berlanjut dan berjalan beriringan dengan perkembangan sektor industri serta investasi di Batam.

“Industri terus bergerak, pusat data dibangun, sektor pariwisata bergerak. Harapan saya tentu saja angka kemiskinan kita turun,” ujar Amsakar. (*)

Editor : Jamil Qasim
Kunjungan Wisatawan Pajak Hotel dan Restoran Batam