KSOP Batam Buka Gerai e-Pas Kecil di Mentarau, Layani Nelayan Secara Gratis

Antara • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 20:01 WIB
Petugas KSOP Batam dan pemilik kapal turun ke kapal tradisional untuk mengukur kapal sebagai salah satu proses pendataan e-Pas Kecil di Batam, Kepri, Selasa (8/9/2026). (ANTARA/Fikri)
Petugas KSOP Batam dan pemilik kapal turun ke kapal tradisional untuk mengukur kapal sebagai salah satu proses pendataan e-Pas Kecil di Batam, Kepri, Selasa (8/9/2026). (ANTARA/Fikri)

batampos – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Kepulauan Riau (Kepri), membuka gerai layanan penerbitan e-Pas Kecil di kawasan Mentarau. Layanan ini ditujukan untuk memudahkan nelayan sekaligus memastikan kapal masyarakat memiliki identitas dan status kepemilikan yang jelas.

Kepala KSOP Khusus Batam Takwim M Masuku mengatakan, pelayanan diawali dengan proses pengukuran kapal sebelum penerbitan e-Pas Kecil.

“Target kami sebanyak-banyaknya. Untuk tahap pertama ini ada 50 kapal yang kita ukur untuk e-Pas Kecil. Jadi hari ini kita di Mentarau, selanjutnya kita akan ke wilayah lain di seluruh Batam,” kata Takwim di Batam, Selasa (8/9).

Ia menjelaskan, pelayanan tersebut dilakukan dengan berkolaborasi bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan. KSOP akan membuka gerai di sejumlah wilayah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Dengan kolaborasi dengan lurah dan camat, kita turun buka gerai e-Pas Kecil di lokasi sesuai permintaan,” ujarnya.

Kapal Nelayan Harus Punya Identitas

Menurut Takwim, penerbitan e-Pas Kecil bukan sekadar melengkapi dokumen kapal. Layanan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menertibkan administrasi kapal milik masyarakat.

“Tujuannya agar kapal-kapal masyarakat memiliki identitas yang tertib dan status kepemilikannya jelas. Salah satunya e-Pas Kecil ini juga dibutuhkan untuk mendapatkan subsidi BBM,” jelasnya.

Selain e-Pas Kecil, KSOP Batam turut membuka pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh Sertifikat Keterangan Kecakapan (SKK) bagi bagian dek dan mesin.

Sertifikat tersebut menjadi bukti kecakapan awak kapal dalam mengoperasikan kapal dengan ukuran di bawah 7 GT.

Takwim menegaskan, SKK penting untuk memastikan awak kapal memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, termasuk dalam menerapkan aspek keselamatan selama pelayaran.

“SKK itu seperti SIM, menjadi bukti kecakapan untuk mengemudikan kapal di bawah 7 GT. Kami ingin memberikan jaminan keselamatan kepada masyarakat agar mereka bisa melakukan usaha di laut setiap hari dengan lebih aman,” katanya.

Sudah Terbit 585 e-Pas Kecil

KSOP Khusus Batam mendorong masyarakat pesisir dan pulau-pulau di Batam untuk menyampaikan kebutuhan penerbitan e-Pas Kecil maupun SKK.

Dengan demikian, pelayanan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Takwim mengatakan edukasi keselamatan pelayaran dan penertiban dokumen kapal menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari laut.

“Hingga 2026, KSOP Khusus Batam telah menerbitkan 585 e-Pas Kecil dan 139 sertifikat SKK untuk bagian dek maupun mesin,” ungkapnya.

Ia memastikan pelayanan penerbitan e-Pas Kecil dan SKK tidak dibatasi periode tertentu. Layanan akan terus diberikan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Ini akan terus berlangsung dan tidak terbatas karena target kami agar seluruh pemilik kapal memiliki e-Pas Kecil. Jadi kalau ada kebutuhan, akan kami proses dan juga secara gratis,” tegas Takwim. (*)

Editor : Jamil Qasim
Buka Gerai e-Pas Kecil KSOP Batam