Sedang Mencuci, Ibu Rumah Tangga di Batam Tewas Tertimpa Rumah Roboh

Eusebius Sara • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 21:35 WIB
Musibah memilukan terjadi di kawasan Batumerah, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Selasa (8/9) siang. Novita Sari (47), seorang ibu rumah tangga, meninggal dunia setelah tertimpa material bangunan rumah pelantar yang tiba-tiba roboh. F. Eusebius Sara / Batam Pos
Musibah memilukan terjadi di kawasan Batumerah, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Selasa (8/9) siang. Novita Sari (47), seorang ibu rumah tangga, meninggal dunia setelah tertimpa material bangunan rumah pelantar yang tiba-tiba roboh. F. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Musibah tragis terjadi di kawasan Batumerah, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Selasa (8/9) sekitar pukul 12.30 WIB. Seorang ibu rumah tangga bernama Novita Sari (47) meninggal dunia setelah tertimpa material bangunan rumah pelantar yang roboh saat dirinya sedang beraktivitas di dalam rumah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu tengah mencuci di area dapur. Tiba-tiba, bagian bangunan rumah yang telah mengalami kerusakan pada struktur bawah ambruk tanpa sempat memberikan kesempatan kepada korban untuk menyelamatkan diri.

Material berupa semen cor, kayu, dan pecahan bangunan menimpa tubuh korban. Lokasi korban yang berada di antara dapur dan kamar mandi membuat proses penyelamatan menjadi sulit.

Warga sekitar yang mendengar suara reruntuhan langsung berdatangan dan berupaya mengevakuasi korban. Namun, banyaknya material yang menimbun tubuh korban membuat proses evakuasi berlangsung cukup lama.

Ketua RT 17 Batumerah, Taufik Tahir, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban ditemukan dalam kondisi tertimbun reruntuhan bangunan.

"Korban ditemukan sudah tertimpa pecahan tembok rumah. Evakuasinya agak kesulitan karena banyak material yang menimpa korban," ujar Taufik.

Setelah berhasil dievakuasi, korban segera dibawa ke puskesmas terdekat. Namun, nyawa Novita Sari tidak dapat diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

Ketua RW 05 Batumerah, Yadi Suryadi, mengatakan korban sehari-hari tinggal bersama keluarganya di rumah tersebut. Saat musibah terjadi, suami korban, Jaya Permana, sedang bekerja, sementara korban berada di rumah.

Pihak keluarga berencana memakamkan jenazah korban pada Selasa malam.

Sementara itu, Kapolsek Batuampar Kompol Amru Abdullah membenarkan peristiwa rumah pelantar roboh yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Menurut hasil informasi awal yang diterima kepolisian, korban meninggal akibat tertimbun material bangunan yang roboh secara tiba-tiba.

"Kondisi rumah memang sudah reot pada bagian bawah. Ini merupakan musibah," kata Amru.

Polisi masih melakukan pendataan dan memastikan penyebab pasti robohnya bangunan. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kondisi bangunan yang telah mengalami kerusakan, terutama rumah-rumah pelantar yang telah berusia tua agar tidak membahayakan keselamatan penghuninya. (*)

Editor : Putut Ariyo
berita Batam Musibah Batuampar rumah roboh batam