Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lima Warga Batam Minta Dipulangkan dari Kamboja, Pemko Koordinasi dengan Kemenlu

M
Penulis: Muhammad Sya'ban❯
Lima warga yang mengaku asal Batam dalam video yang beredar di media sosial meminta bantuan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra untuk difasilitasi pulang dari Kamboja. F: Pemko Batam
Lima warga yang mengaku asal Batam dalam video yang beredar di media sosial meminta bantuan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra untuk difasilitasi pulang dari Kamboja. F: Pemko Batam

Advertisement

 
batampos - Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah mengidentifikasi lima pria yang mengaku sebagai warga Batam dan meminta bantuan untuk dipulangkan dari Kamboja. Namun, keberadaan kelimanya hingga kini masih ditelusuri bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan perwakilan Indonesia di Kamboja.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batam Rudi Panjaitan mengatakan, kelima pria tersebut diketahui setelah video permintaan bantuan mereka beredar di media sosial. Dalam video itu, mereka meminta bantuan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra untuk difasilitasi pulang ke Indonesia.

Kelima warga tersebut masing-masing MS, 28, warga Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang; MFH, 26, warga Kecamatan Sagulung; AG, 33, warga Tiban Lama, Sekupang; FB, 28, warga Kecamatan Bengkong; serta ZF, 25, warga Tiban Lama, Sekupang.

Advertisement

“Upaya kami sekarang sedang berkoordinasi dengan Kemenlu mencari tahu posisi detail mereka,” ujar Rudi, Senin (14/9).

Pemko Batam belum memastikan apakah kelima warga tersebut masih berada di tempat penampungan seperti yang disebutkan dalam video. Pemerintah juga masih menelusuri kondisi dan persoalan yang mereka hadapi selama berada di Kamboja.

Advertisement

Rudi mengatakan, setelah keberadaan mereka dipastikan dan informasi terkait kondisi kelimanya diperoleh, Pemko Batam akan membantu proses kepulangan.

“Kami akan tetap bantu pulangkan setelah semua informasi jelasnya sudah kami dapatkan,” kata dia.

Namun, sebelum proses pemulangan dilakukan, pemerintah perlu memastikan persoalan keimigrasian yang mungkin dihadapi kelima warga tersebut. Pemko juga menelusuri bagaimana mereka bisa sampai ke Kamboja.

Kemungkinan mereka menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) juga turut didalami.

“Bagaimana orang itu masuk. TPPO enggak orang itu? Itu harus ditelusuri,” ujar Rudi.

Advertisement

Artikel Terkait

Perda LAMKR Disahkan, Pemko Batam Perkuat Perlindungan Adat dan Budaya Melayu

Perda LAMKR Disahkan, Pemko Batam Perkuat Perlindungan Adat dan Budaya Melayu

Pemko Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menegaskan komitmennya menjaga identitas, adat, sejarah, dan budaya Melayu melalui Peraturan Daerah.

Pemko Batam Gandeng Apindo, 30 Perusahaan Komitmen Serap Tenaga Kerja Lokal

Pemko Batam Gandeng Apindo, 30 Perusahaan Komitmen Serap Tenaga Kerja Lokal

Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

    Puluhan ASN Pemko Batam Ajukan Izin Cerai, Ini Penyebabnya

Puluhan ASN Pemko Batam Ajukan Izin Cerai, Ini Penyebabnya

Sebanyak 22 ASN Pemko Batam mengajukan izin perceraian hingga tahun ini. Masalah komunikasi, ekonomi, pihak ketiga, utang, dan KDRT

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer