Ingin Punya Properti di Australia? GBE Indonesia Buka Konsultasi di Batam

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 09:00 WIB
Banner GBE Indonesia menghiasi lokasi konsultasi investasi properti Australia di Marriott Batam. Sejumlah calon investor memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi dan menggali informasi mengenai peluang memiliki properti di Melbourne. Bagi yang ingin mengetahui lebih jauh, silakan datang pada 12–13 September, pukul 11.00–18.00 WIB. Foto: M. Sya’ban/Batam Pos
Banner GBE Indonesia menghiasi lokasi konsultasi investasi properti Australia di Marriott Batam. Sejumlah calon investor memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi dan menggali informasi mengenai peluang memiliki properti di Melbourne. Bagi yang ingin mengetahui lebih jauh, silakan datang pada 12–13 September, pukul 11.00–18.00 WIB. Foto: M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Peluang memiliki properti di Australia mulai diperkenalkan kepada masyarakat Batam. Golden Berg Enterprises Indonesia (GBE Indonesia) menggelar konsultasi properti Australia di Hotel Marriott Harbourbay Batam, Sabtu-Minggu (12-13/9).

Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00-18.00 WIB tersebut memberikan informasi mengenai peluang kepemilikan properti di Australia, khususnya Melbourne, termasuk proses pembelian dan pilihan pembiayaan bagi calon pembeli yang memenuhi persyaratan.

Managing Director Golden Berg Enterprises Indonesia Cathy mengatakan, properti Australia tidak hanya dapat dipandang sebagai aset investasi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari perencanaan keluarga.

Salah satu pertimbangannya adalah kebutuhan tempat tinggal bagi anak yang menempuh pendidikan di Australia.

“Investasi di Australia bukan hanya tentang keuntungan properti, tetapi juga tentang keamanan aset, stabilitas negara, dan menyiapkan tempat tinggal untuk anak di masa depan,” kata Cathy, Sabtu (12/9).

Menurut Cathy, stabilitas sosial, ekonomi, dan politik menjadi salah satu faktor yang membuat Australia menarik bagi sebagian investor Indonesia. Selain itu, kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak kepemilikan juga menjadi pertimbangan dalam memilih properti.

GBE Indonesia juga memperkenalkan skema kepemilikan properti bagi warga negara Indonesia (WNI), termasuk kemungkinan pembiayaan bagi calon pembeli yang memenuhi ketentuan.

Cathy mengatakan, WNI dapat memiliki properti dengan status freehold pada jenis properti yang memang memenuhi persyaratan kepemilikan bagi warga asing. Calon pembeli juga dapat memperoleh pembiayaan dengan tenor hingga 30 tahun, bergantung pada persyaratan yang ditetapkan pemberi pinjaman.

Untuk pembelian tertentu, calon pembeli dapat menyiapkan deposit sekitar 10 persen ditambah biaya terkait. Deposit tersebut disebut ditempatkan dalam trust account sesuai mekanisme yang berlaku di Australia.

Melbourne menjadi salah satu lokasi yang diperkenalkan GBE Indonesia. Kota tersebut juga menjadi salah satu tujuan mahasiswa Indonesia karena memiliki sejumlah perguruan tinggi, seperti University of Melbourne, Monash University dan RMIT University.

Bagi keluarga yang memiliki anak yang sedang atau akan menempuh pendidikan di Australia, kepemilikan properti dapat menjadi salah satu alternatif tempat tinggal selama masa studi. Setelahnya, properti tersebut tetap dapat menjadi aset keluarga, tergantung keputusan dan kondisi pemilik.

Namun, Cathy menekankan bahwa keputusan membeli properti perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial, kebutuhan, lokasi, jenis properti, serta aturan kepemilikan yang berlaku di Australia.

“Jadi bukan hanya membeli properti. Kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai mengapa Australia dan mengapa investasi properti di Melbourne bisa menjadi bagian dari perencanaan masa depan,” ujarnya.

GBE Indonesia mulai masuk ke pasar Batam pada September 2026. Perusahaan tersebut menyatakan memiliki pengalaman di Indonesia sejak 1988 dan saat ini fokus memberikan edukasi serta konsultasi kepada masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai properti Australia.

Menurut Cathy, kehadiran di Batam masih berada pada tahap pengenalan pasar. Selain memberikan edukasi, GBE Indonesia juga ingin mengetahui masyarakat yang benar-benar memiliki minat dan kesiapan untuk membeli properti di Australia.

Sejumlah masyarakat disebut telah melakukan registrasi untuk mengikuti konsultasi. GBE Indonesia berharap dapat menjaring lebih dari 10 calon investor yang memiliki keseriusan untuk melanjutkan proses.

“Karena kami baru September ini masuk ke pasar Batam, edukasi masih terus dilakukan untuk menyaring masyarakat yang benar-benar berminat,” kata Cathy.

Bagi masyarakat yang belum sempat mengikuti konsultasi secara langsung di Marriott Harbourbay Batam, GBE Indonesia juga menyediakan konsultasi daring. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Cathy, perwakilan GBE Indonesia, melalui WhatsApp di 08175210210. (*)

Editor : M Tahang
GBE Indonesia Properti Australia Properti Melbourne investasi properti