Rona Rasa Nusantara Hadir Tiap Sabtu di Aston Nagoya, Ada Coto Makassar hingga Sate

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 14:30 WIB
Aneka hidangan Nusantara disajikan dalam program Rona Rasa Nusantara di Shiso Restaurant, Aston Nagoya City Hotel, Batam. Foto: Istimewa
Aneka hidangan Nusantara disajikan dalam program Rona Rasa Nusantara di Shiso Restaurant, Aston Nagoya City Hotel, Batam. Foto: Istimewa

batampos – Antusiasme pencinta kuliner Batam membuat program Rona Rasa Nusantara di Aston Nagoya City Hotel berlanjut. Hidangan yang semula disiapkan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI itu kini menjadi sajian makan malam reguler setiap Sabtu.

Mengusung konsep all you can eat, Rona Rasa Nusantara menghadirkan beragam hidangan khas dari berbagai daerah Indonesia. Sajian tersebut dapat dinikmati di Shiso Restaurant, lantai 1 Aston Nagoya City Hotel, setiap Sabtu pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.

Restaurant & Banquet Manager Aston Nagoya City Hotel Ari Fijayanto mengatakan Rona Rasa Nusantara pertama kali digelar pada 17 Agustus 2026. Respons pengunjung yang tinggi membuat pihak hotel memutuskan menjadikannya program mingguan.

“Melihat antusias dari pencinta kuliner di Batam, akhirnya kita memutuskan untuk menjadikan ini reguler, setiap minggunya,” kata Ari.

Menu yang disajikan dirancang untuk membawa karakter kuliner berbagai daerah ke satu meja. Beberapa di antaranya Mie Goreng Nusantara, Sayur Lodeh khas Jawa, Telur Barendo dari Sumatera Barat, Ayam Utadada dari Sulawesi Tengah dan Krengsengan Daging.

Tak hanya hidangan utama, pengunjung juga dapat menikmati sejumlah live stall. Salah satunya Coto Makassar yang disajikan bersama daging sapi, ketupat, telur asin, jeruk nipis dan sambal.

Ada pula Siomay Bandung dengan aneka pelengkap, serta stall sate yang menyediakan sate ayam, sate usus, sate telur puyuh, sate kulit hingga sate hati ampela.

Untuk camilan, tersedia aneka gorengan seperti tempe mendoan, tahu isi, bakwan jagung, pisang goreng dan singkong goreng. Pengunjung juga dapat menikmati lalapan segar dan urap.

Salah satu daya tarik lainnya adalah live carving station ikan bakar. Ikan dibakar secara utuh dan disajikan dengan beragam pilihan sambal, mulai dari dabu-dabu, colo-colo khas Maluku, rica-rica, sambal matah Bali hingga sambal raca-raca Taipa dari Makassar.

Head Chef Aston Nagoya City Hotel Jufry Jenry Rembet mengatakan konsep tersebut dibuat untuk memperkenalkan keragaman kuliner Indonesia dalam satu pengalaman bersantap.

“Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, dengan setiap daerah memiliki karakter rasa dan keunikannya masing-masing,” ujar Jufry.

Menurut Jufry, tantangannya bukan sekadar menghadirkan sebanyak mungkin menu daerah, tetapi menjaga karakter Nusantara agar tetap nyaman dinikmati berbagai kalangan.

Hal tersebut menjadi perhatian karena Batam memiliki mobilitas wisatawan yang tinggi, termasuk kunjungan dari Singapura dan Malaysia. Karena itu, cita rasa sejumlah menu disesuaikan agar dapat diterima berbagai segmen pengunjung tanpa menghilangkan identitas kulinernya.

Ari menyebut Coto Makassar menjadi salah satu menu yang berpotensi menarik perhatian wisatawan Singapura karena karakter rasanya dinilai cukup dekat dengan masakan Melayu.

“Kalau dari Singapura, mereka akan mencoba soto Makassar. Pasti akan banyak peminatnya karena rasanya kurang lebih mirip dengan makanan Melayu,” ujarnya.

Untuk hidangan penutup, tersedia buah segar, jajanan pasar Nusantara, Es Brenebone, Es Cendol dan Es Teler. Sementara pilihan minuman antara lain air mineral, es teh manis, kopi dan teh.

Pihak hotel juga membuka peluang untuk mengubah maupun menambah menu berdasarkan respons pengunjung. Ari mengatakan sajian yang tersedia saat ini merupakan pilihan awal dan akan dievaluasi berdasarkan umpan balik tamu.

“Kalau misalnya ada yang ingin makanan Nusantara dari daerah tertentu, kita bisa saja menyesuaikan lagi,” katanya. (*)

Editor : M Tahang
Rasa Nusantara Aston Nagoya Batam buffet reguler