batampos - Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah mengidentifikasi lima pria yang mengaku sebagai warga Batam dan meminta bantuan untuk dipulangkan dari Kamboja. Namun, keberadaan kelimanya hingga kini masih ditelusuri bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan perwakilan Indonesia di Kamboja.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batam Rudi Panjaitan mengatakan, kelima pria tersebut diketahui setelah video permintaan bantuan mereka beredar di media sosial. Dalam video itu, mereka meminta bantuan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra untuk difasilitasi pulang ke Indonesia.
Kelima warga tersebut masing-masing MS, 28, warga Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang; MFH, 26, warga Kecamatan Sagulung; AG, 33, warga Tiban Lama, Sekupang; FB, 28, warga Kecamatan Bengkong; serta ZF, 25, warga Tiban Lama, Sekupang.
“Upaya kami sekarang sedang berkoordinasi dengan Kemenlu mencari tahu posisi detail mereka,” ujar Rudi, Senin (14/9).
Pemko Batam belum memastikan apakah kelima warga tersebut masih berada di tempat penampungan seperti yang disebutkan dalam video. Pemerintah juga masih menelusuri kondisi dan persoalan yang mereka hadapi selama berada di Kamboja.
Baca Juga: Kabut Asap Mulai Selimuti Batam, Dinkes Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar
Rudi mengatakan, setelah keberadaan mereka dipastikan dan informasi terkait kondisi kelimanya diperoleh, Pemko Batam akan membantu proses kepulangan.
“Kami akan tetap bantu pulangkan setelah semua informasi jelasnya sudah kami dapatkan,” kata dia.
Namun, sebelum proses pemulangan dilakukan, pemerintah perlu memastikan persoalan keimigrasian yang mungkin dihadapi kelima warga tersebut. Pemko juga menelusuri bagaimana mereka bisa sampai ke Kamboja.
Kemungkinan mereka menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) juga turut didalami.
“Bagaimana orang itu masuk. TPPO enggak orang itu? Itu harus ditelusuri,” ujar Rudi.
Untuk memastikan kondisi tersebut, Pemko Batam berkoordinasi dengan sejumlah lembaga. Selain Kemenlu dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja, koordinasi juga dilakukan dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) RI dan BP2MI Kepri.
Kasus ini bermula dari beredarnya video lima pria yang mengaku sebagai warga Batam dan berada di sebuah tempat penampungan di Kamboja. Dalam video tersebut, mereka meminta bantuan pemerintah untuk difasilitasi kembali ke Indonesia.
Mereka secara khusus meminta bantuan kepada Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra agar pemerintah membantu proses kepulangan.
Kini, Pemko Batam masih menunggu hasil penelusuran bersama Kemenlu dan KBRI di Kamboja untuk memastikan keberadaan kelima warga tersebut sekaligus mengetahui persoalan yang mereka hadapi sebelum menentukan langkah pemulangan. (*)
Editor : Yofi Yuhendri