batampos - Wali Kota Batam merangkap Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad buka suara terkait lima warga negara Indonesia (WNI) asal Batam yang disebut terlantar di Kamboja dan meminta bantuan untuk dipulangkan.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam masih berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk menangani persoalan tersebut.
Saat ditanya apakah Pemko Batam akan membantu proses pemulangan kelima WNI tersebut, Amsakar mengatakan pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
“Sudah jelas posisinya tentu kita akan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri bagaimana proses pemulangan mereka,” kata Amsakar di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (16/9).
Selain Kemenlu, Pemko Batam juga berkoordinasi dengan BP2MI untuk memastikan keberadaan kelima WNI, persoalan yang mereka hadapi, serta mekanisme pemulangan ke Batam.
“Bagaimana proses pengembalian mereka ke (Batam) dan BP2MI, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dan kita akan koordinasi untuk penyelesaiannya,” ujar Amsakar.
Baca Juga: Lima Warga Batam Minta Dipulangkan dari Kamboja, Pemko Koordinasi dengan Kemenlu
Kelima pria tersebut sebelumnya viral di media sosial setelah meminta bantuan kepada Amsakar dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra agar dapat dipulangkan dari Kamboja.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam Rudi Panjaitan sebelumnya mengatakan pemerintah telah mengidentifikasi kelima pria tersebut. Mereka diketahui merupakan warga Batam berdasarkan data kependudukan dan kartu tanda penduduk (KTP).
Kelima WNI tersebut masing-masing berinisial MS, MFH, AG, FB, dan ZF. Mereka tercatat sebagai warga Tanjung Riau, Sagulung, Tiban Lama, Bengkong, dan Tiban Lama.
Pemko Batam kini masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi kelima warga tersebut serta proses yang diperlukan agar mereka dapat kembali ke Batam. (*)
Editor : Yofi Yuhendri