batampos – Gangguan pasokan air bersih di Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, membuat ratusan warga mendatangi kantor pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Sabtu (19/9). Di tengah keluhan warga, PT Air Batam Hilir (ABH) mulai memperkuat suplai dari jalur Duriangkang dan menyiagakan mobil tangki.
Gangguan air tersebut telah menyulitkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci dan sanitasi. Warga juga mempertanyakan pelayanan air di permukiman yang berada di sekitar kawasan KEK Nongsa.
Dalam aksi tersebut, warga mempertanyakan mengapa pasokan air di kawasan KEK menurut mereka masih tersedia, sementara aliran ke sebagian permukiman terganggu.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kepri Kombes Pol Dr Nona Pricillia Ohei mengatakan, kepolisian telah berkoordinasi dengan ABH untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga.
Bantuan air menggunakan mobil tangki telah disalurkan sejak malam sebelum aksi. Distribusi dilakukan bertahap ke RT 01, RT 02, RT 03 dan RT 04.
“Kapolsek mengambil langkah mitigasi dengan berkoordinasi dengan pihak ABH untuk memberikan bantuan air bersih kepada warga,” kata Nona melalui sambungan telepon, Ahad (20/9).
Menurut Nona, gangguan air tidak hanya terjadi di permukiman warga, tetapi berkaitan dengan kerusakan sistem aliran.
“Memang ada kerusakan. Jadi kalau disampaikan kondisi air di KEK itu baik-baik saja, itu tidak. Semua kena dampaknya,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat bersabar karena proses penanganan masih berlangsung. Koordinasi antarpihak terus dilakukan agar pelayanan air bersih segera kembali normal.
Sementara itu, Humas PT Air Batam Hilir (ABH) Ginda Alamsyah menjelaskan, gangguan di Teluk Mata Ikan berkaitan dengan menurunnya ketersediaan air baku di Waduk Nongsa akibat rendahnya curah hujan.
Penurunan air baku tersebut berdampak terhadap kapasitas produksi IPAM Nongsa sekaligus pola distribusi ke wilayah Nongsa dan sekitarnya.
“Bagi masyarakat, air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, setiap keluhan yang disampaikan warga menjadi perhatian kami,” kata Ginda.
Untuk menjaga pelayanan, ABH bersama BU SPAM-BP Batam melakukan sejumlah langkah mitigasi. Di antaranya pengaturan jaringan distribusi, optimalisasi sistem serta penyaluran air menggunakan mobil tangki kepada pelanggan yang terdampak.
Khusus Teluk Mata Ikan, mobil tangki masih disiapkan selama pasokan melalui jaringan perpipaan belum sepenuhnya pulih.
Di sisi lain, ABH bersama BU SPAM-BP Batam memperkuat suplai melalui jalur Duriangkang menuju Nongsa. Salah satu upayanya dilakukan dengan mengoperasikan pompa booster yang sebelumnya mengalami kendala teknis.
Pompa booster tersebut mulai dapat dioperasikan pada 19 September 2026. Setelah beroperasi, aliran air mulai kembali dirasakan di sejumlah wilayah Teluk Mata Ikan, terutama RT 01 dan RT 02.
“Setelah pengoperasian booster, aliran mulai kembali dirasakan di sejumlah bagian wilayah Teluk Mata Ikan, di antaranya RT 01 dan RT 02,” ujar Ginda.
Namun, pemulihan belum merata. RT 03 dan RT 04 yang berada di ujung jaringan masih membutuhkan penanganan. Tim teknis terus melakukan pengaturan dan pemantauan untuk mengoptimalkan tambahan suplai dari Duriangkang.
Ginda memastikan bantuan mobil tangki tetap diberikan selama proses pemulihan berlangsung. Menurutnya, distribusi menggunakan tangki merupakan langkah sementara dan bukan pengganti pelayanan melalui jaringan perpipaan.
“Kami memahami bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan sementara, tetapi mengharapkan air kembali mengalir melalui jaringan secara normal,” katanya.
ABH bersama BU SPAM-BP Batam terus melakukan optimalisasi suplai dengan harapan pemulihan distribusi air dapat segera dirasakan seluruh warga Teluk Mata Ikan. (*)
Editor : M Tahang