Hujan Deras, Sejumlah Wilayah Batam Kebanjiran

Eusebius Sara • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 13:52 WIB
Banjir menggenangi ruas jalan dan kawasan permukiman warga di Bengkong Swadebi, Batam, Selasa (22/9/2026), setelah hujan deras mengguyur sejumlah wilayah Batam. F. Eusebius / Batam Pos
Sejumlah kendaraan melintas di jalan Yos Sudarso yang tergenang air hujan, Selasa (22/9). Hujan yang turun mengguyur kota Batam mengakibatkan sejumlah gengangan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos - Hujan deras yang mengguyur Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (22/9/2026) siang, kembali menyebabkan banjir di sejumlah titik. Hujan yang berlangsung relatif singkat membuat ruas jalan dan kawasan permukiman warga tergenang.

Sejumlah kendaraan bahkan ikut terendam akibat genangan yang dengan cepat meninggi di beberapa lokasi.

Salah satu titik banjir terjadi di kawasan Simpang Bengkong Aljabar. Berdasarkan pantauan di lapangan, air meluap dari ruas jalan di depan Supermarket Gogo dan mengalir menuju Simpang Bengkong Harapan.

Genangan kemudian memenuhi badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas. Pengendara yang melintas harus mengurangi kecepatan untuk menghindari bagian jalan yang tergenang.

Banjir Rendam Permukiman di Bengkong Swadebi

Kondisi lebih parah terlihat di kawasan Bengkong Swadebi. Genangan tidak hanya terjadi di badan jalan, tetapi juga masuk ke lingkungan permukiman warga.

Sejumlah kendaraan yang melintas maupun terparkir terjebak genangan. Bahkan, satu unit mobil dilaporkan terbawa arus banjir.

Warga mengatakan banjir kembali terjadi setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Kondisi ini membuat warga menilai persoalan genangan tidak hanya berkaitan dengan tingginya curah hujan, tetapi juga kemampuan sistem drainase dalam menampung dan mengalirkan debit air.

“Baru hujan sebentar, air sudah naik seperti ini. Kalau hujannya lama, kami khawatir air semakin tinggi dan masuk ke rumah,” ujar Suwardi, warga Bengkong Swadebi yang ditemui di lokasi.

Warga lainnya, Suwito, mengatakan aliran air dari ruas jalan justru mengarah ke kawasan permukiman. Kondisi tersebut membuat warga harus meningkatkan kewaspadaan setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Air dari jalan mengalir ke sini. Drainasenya seperti tidak mampu menampung air, akhirnya meluber ke jalan dan masuk ke lingkungan warga,” katanya.

Warga Minta Drainase Bengkong Dievaluasi

Dari pantauan di lokasi, derasnya aliran air membuat kendaraan kesulitan melintas. Pengendara terlihat bergerak perlahan untuk menghindari genangan, sementara warga memantau ketinggian air di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Warga berharap Pemerintah Kota Batam mengevaluasi kondisi drainase di kawasan Bengkong untuk mengurangi risiko banjir berulang.

Menurut warga, penanganan banjir tidak cukup dilakukan saat genangan terjadi. Pembenahan saluran drainase secara menyeluruh dinilai diperlukan agar kapasitas saluran mampu menyesuaikan dengan kondisi kawasan dan debit air saat hujan deras.

“Harapannya drainase diperbaiki dan kapasitasnya disesuaikan dengan kondisi sekarang. Jangan sampai setiap hujan warga selalu was-was terkena banjir,” ujar Nasrul, warga Bengkong Harapan. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Hujan deras kepulauan riau batam bengkong banjir batam