BP Batam Dorong Data Center Bangun SWRO di Kabil dan KEK Nongsa

Putut Ariyo • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:58 WIB
Pembangunan sebuah data center di Kawasan Nongsa, Batam. F. Cecep Mulyana / Batam Pos diperkaya akal imitasi
Pembangunan sebuah data center di Kawasan Nongsa, Batam. F. Cecep Mulyana / Batam Pos diperkaya akal imitasi

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong pengembangan instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut untuk memenuhi kebutuhan air industri data center di Batam, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa dan kawasan industri Kabil.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk memastikan pertumbuhan investasi data center tidak menambah beban terhadap sumber air baku yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Batam.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan setiap investasi data center yang membutuhkan air dalam jumlah besar didorong memiliki sumber air mandiri melalui teknologi SWRO.

Menurutnya, kebutuhan air untuk industri perlu dipenuhi dengan memperhatikan keberlanjutan pasokan air bagi masyarakat.

“Kita ingin investasi tumbuh, tetapi kebutuhan pendukungnya juga harus dipikirkan. Karena itu, untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita dorong adalah bagaimana mereka memiliki sumber air sendiri melalui teknologi SWRO,” kata Amsakar di Batam Centre, Rabu (23/9/2026).


Kapasitas SWRO Batam Diproyeksikan Capai 1.000 Liter per Detik

Amsakar menyebutkan, Batam diproyeksikan memiliki tambahan kapasitas produksi air melalui SWRO dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Pada tahap awal, kapasitas produksi diperkirakan mencapai sekitar 750 liter per detik. Kapasitas tersebut selanjutnya ditargetkan meningkat hingga sekitar 1.000 liter per detik melalui pembangunan instalasi SWRO di KEK Nongsa dan kawasan industri Kabil.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari strategi BP Batam dalam mengantisipasi meningkatnya kebutuhan air seiring bertambahnya investasi data center di Batam.

Dari sekitar 10 rencana pengembangan data center, satu di antaranya telah beroperasi dan telah menyambut baik kebijakan pembangunan SWRO secara mandiri. Pengembangan serupa juga diarahkan untuk data center lainnya.

“Ini betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa mengganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan,” ujar Amsakar.

Dengan skema tersebut, kebutuhan air untuk operasional data center diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan air dari waduk yang menjadi salah satu sumber utama air baku Batam.


Air SWRO Berpotensi Dimanfaatkan untuk Masyarakat

BP Batam juga melihat potensi pemanfaatan air hasil pengolahan SWRO untuk kebutuhan masyarakat apabila kapasitas produksinya melebihi kebutuhan operasional industri.

Namun, pemanfaatan tersebut tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk kapasitas produksi, kualitas air hasil pengolahan, serta kesiapan jaringan distribusi.

Amsakar mengatakan pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu strategi untuk menambah sumber air baru bagi Batam yang terus berkembang sebagai kawasan industri sekaligus perkotaan.

“Jadi bukan hanya industrinya yang kita pikirkan. Kita juga melihat bagaimana investasi ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Kalau kapasitasnya memungkinkan dan infrastrukturnya siap, tentu ada peluang untuk dimanfaatkan bagi masyarakat,” katanya.


Data Center Jadi Sektor Strategis Batam

Investasi data center menjadi salah satu sektor yang diarahkan untuk memperkuat struktur ekonomi Batam ke depan.

Selain investasi langsung, keberadaan data center berpotensi mendorong pertumbuhan sektor konstruksi, kebutuhan tenaga kerja profesional, serta berbagai industri dan jasa pendukung.

BP Batam menilai perkembangan sektor tersebut dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal. Namun, pertumbuhan investasi tetap perlu diikuti dengan kesiapan infrastruktur dasar, termasuk ketersediaan air.

Melalui pembangunan SWRO secara mandiri, kebutuhan air industri diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga ketersediaan air untuk masyarakat Batam. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Data Center Batam KEK Nongsa SWRO Batam bp batam amsakar achmad