batampos - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam memperluas akses pelayanan keluarga berencana (KB) dengan mendatangi langsung masyarakat di 12 wilayah. Selain pemasangan alat kontrasepsi gratis, warga juga mendapat kesempatan berkonsultasi untuk menentukan metode KB sesuai kondisi masing-masing.
Program penyuluhan kesehatan reproduksi dan pelayanan KB tersebut berlangsung mulai 14 September hingga 6 Oktober 2026.
Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga DP3AP2KB Kota Batam Dewi Murni mengatakan, layanan jemput bola tidak sekadar memberikan kontrasepsi, tetapi juga membuka ruang konsultasi bagi masyarakat.
“Di 12 titik itu ada penyuluhan juga, jadi masyarakat bisa bertanya tentang KB yang cocok, terutama bagi peserta KB baru. Bisa berkonsultasi dengan kader, penyuluh maupun tenaga medis,” ujar Dewi.
Pelayanan menyasar 12 wilayah, yakni Tanjung Riau, Sungai Lekop, Tanjung Piayu, Tanjung Uma, Belian, Tanjung Buntung, Kabil, Buliang, Tanjung Sengkuang, Batu Besar, Sadai, dan Tanjung Uncang.
Baca Juga: SIM C Palsu Dibongkar di Batam, Dua Tersangka dan 15 SIM Disita
Salah satu lokasi pelayanan berada di Tanjung Buntung, Bengkong. Selanjutnya, pelayanan dijadwalkan di Kantor Kelurahan Kabil pada 24 September, Kantor Kelurahan Buliang pada 25 September, dan Kantor Kelurahan Tanjung Sengkuang pada 29 September.
Dewi menegaskan, masyarakat tidak perlu menunggu layanan jemput bola untuk mendapatkan pelayanan KB. Layanan kontrasepsi juga tersedia setiap hari di 21 puskesmas di Kota Batam.
“Di puskesmas tetap berjalan setiap hari dan gratis bagi masyarakat yang memiliki BPJS Kesehatan,” katanya.
Menurut Dewi, layanan di puskesmas juga memudahkan masyarakat yang ingin berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menentukan metode kontrasepsi.
Program KB gratis tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut World Contraception Day (WCD) yang dilaksanakan serentak di Kepri.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri Dr Victor Palimbong mengatakan, rangkaian pelayanan berlangsung 7 September hingga 7 Oktober 2026 melalui fasilitas kesehatan di setiap kabupaten/kota.
Di tingkat Kepri, program tersebut menargetkan 6.181 peserta baru (PB), 928 peserta baru metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), serta 2.403 peserta KB pascapersalinan (KBPP).
Dengan pelayanan yang dilakukan langsung di tengah masyarakat maupun melalui puskesmas, warga diharapkan semakin mudah memperoleh informasi dan layanan KB sesuai kebutuhan. (*)
Editor : Yofi Yuhendri