batampos – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), rutin melakukan normalisasi drainase di sejumlah kawasan untuk menjaga kelancaran aliran air dan mengantisipasi genangan saat hujan.
Normalisasi dilakukan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam, terutama pada saluran yang berpotensi tersumbat akibat sampah dan sedimentasi.
Kepala DBMSDA Batam Metra Dinata mengatakan normalisasi drainase dijadwalkan sekitar tiga bulan sekali. Langkah tersebut menjadi penanganan jangka pendek sebelum dilakukan pembangunan infrastruktur secara permanen.
“Normalisasi drainase dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran air agar bisa mengalirkan air hujan dengan lancar serta mencegah terjadinya genangan dan banjir,” kata Metra saat dihubungi di Batam, Minggu.
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran normalisasi antara lain drainase di Simpang Kepri Mall, Cahaya Garden, Perumahan PKJ Bengkong, belakang Orchard Taman Niaga Mas, Simpang Helm, kawasan Rumah Sakit Awal Bros, Kodim Batu Aji, Dana Graha, SMP 28, Benih Raya Marina, dan Simpang Makam Pahlawan.
“Terakhir kami normalisasi drainase pada Juni, insya Allah bulan ini akan dilakukan normalisasi lagi. Harusnya tiga bulan sekali dilakukan normalisasi,” ujarnya.
Bengkong Disiapkan Kolam Retensi
Untuk kawasan Nagoya, Pemko Batam juga mengoperasikan dua rumah pompa dengan kapasitas masing-masing 1.500 liter per detik. Fasilitas tersebut digunakan untuk membantu mengalirkan air ketika terjadi genangan.
Sementara di kawasan Bengkong, pemerintah menyiapkan penanganan permanen melalui pembangunan kolam retensi di kawasan Cahaya Garden yang direncanakan pada 2027.
Rencana tersebut berkaitan dengan genangan yang terjadi di Bengkong Swadebi pada Selasa (22/9). Menurut Metra, banjir saat itu dipengaruhi limpasan air dari kawasan Perumahan Cahaya Garden dan sekitar SMP 6 Sei Panas yang bertemu di Bengkong Swadebi.
“Kemarin pada hari Selasa (22/9) terjadi banjir di kawasan Bengkong Swadebi. Ini dipengaruhi oleh limpasan air dari perumahan Cahaya Garden dan dari kawasan SMP 6 Sei Panas, yang bertemu di Bengkong Swadebi,” kata dia.
Kondisi tersebut semakin diperberat oleh pasang air laut yang menyebabkan aliran air menuju laut tertahan.
Metra juga menemukan adanya plat, sedimen, dan batuan yang menutupi bagian drainase di kawasan Bengkong sehingga turut menghambat aliran air.
“Di Bengkong kemarin juga ada plat, sedimen dan batuan yang menutupi drainase sehingga membuat genangan,” katanya.
Kolam retensi Cahaya Garden nantinya akan dilengkapi pintu air. Air yang masuk dapat ditampung terlebih dahulu sebelum dialirkan secara bertahap.
Metra memastikan pembangunan kolam retensi tersebut telah masuk dalam Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DBMSDA untuk 2027.
Penanganan Genangan Dilakukan Bertahap
Selain Bengkong, DBMSDA Batam juga mengalokasikan anggaran penanganan genangan di sejumlah kawasan lain pada 2027.
Beberapa di antaranya berada di wilayah Sekupang dan Sagulung, termasuk kawasan di depan SP Plaza yang selama ini menjadi salah satu titik yang kerap mengalami genangan.
“Selain di Bengkong, untuk 2027 kita juga menganggarkan untuk beberapa kawasan di Sekupang dan Sagulung, satunya juga di depan SP Plaza dimana genangan sering terjadi. Akan kami tangani secara bertahap,” kata Metra. (*)
Editor : Putut Ariyo