batampos - Kedatangan dua HRD PT Ghim Li Indonesia, Alin dan Jandri, ke area perusahaan di Kawasan Industri Tunas, Batam Center, Selasa (29/9), berujung pemeriksaan di Mapolresta Barelang. Keduanya sempat tertahan di dalam perusahaan setelah pekerja tidak memperbolehkan mereka meninggalkan lokasi.
Setelah dilakukan negosiasi dan koordinasi dengan para PUK serikat pekerja, keduanya akhirnya dapat keluar dari area perusahaan. Sekitar pukul 19.15 WIB, Alin dan Jandri dibawa ke Mapolresta Barelang untuk dimintai keterangan.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mendalami latar belakang kedatangan kedua HRD tersebut ke perusahaan, termasuk alasan mereka masuk dan mengambil sejumlah data.
“Jadi kemarin kita minta latar belakangnya, mengapa mereka masuk ke sana, maksud dan tujuannya apa, itu yang diambil keterangannya. Jadi kemarin dibawa ke kantor (Mapolresta) sifatnya kami dalami,” ujar Anggoro saat ditemui usai menghadiri audiensi bersama massa FSPMI di Gedung DPRD Kota Batam, Kamis (1/10).
Perwira melati tiga itu mengatakan, kedua HRD dimintai keterangan selama sekitar dua jam. Dari pemeriksaan tersebut, keduanya mengaku datang ke PT Ghim Li untuk mengambil data karyawan yang dibutuhkan dalam urusan BPJS.
“Jadi kemarin kami minta keterangan selama dua jam. Dari keterangan itu tujuan mereka datang ke perusahaan itu dari BPJS meminta data. Data pegawai karyawan Ghim Li,” katanya.
Baca Juga: Pedagang TOS 300 Dibacok, Berawal dari Senggolan
Menurut Anggoro, kedatangan kedua HRD tersebut menjadi perhatian para pekerja karena dilakukan tanpa koordinasi dengan pihak yang berada di lokasi. Kondisi itu kemudian memunculkan dugaan dari pekerja bahwa keduanya memiliki maksud lain saat masuk ke area perusahaan.
“Tapi ya salahnya mereka masuk tak ada koordinasi, jadi menduganya ada maksud dan tujuan yang lain,” tuturnya.
Sementara terkait informasi dari pekerja yang menyebut kedua HRD tersebut hendak mengambil data koperasi, Anggoro mengaku belum mengetahui hal tersebut.
“Kalau untuk data koperasi kami belum monitor, kemarin itu masalah BPJS,” sebut dia. (*)
Editor : Yofi Yuhendri