Lajur Khusus Trans Batam Mulai Diterapkan Pekan Depan

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 16:09 WIB
Bus Trans Batam melintas di jalan Ahmad Yani Batam Center, Minggu (13/9). Bus Trans Batam salah satu anggkutan umum yang menjangkau sejumlah wilayah di kota Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Bus Trans Batam melintas di jalan Ahmad Yani Batam Center, Minggu (13/9). Bus Trans Batam salah satu anggkutan umum yang menjangkau sejumlah wilayah di kota Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

 

batampos - Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan lajur khusus Trans Batam. Marka akan dicat di sisi paling kiri jalan dan mulai diterapkan pekan depan, dengan tahap awal dilakukan di lima titik dekat halte.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Trans Batam Dishub Kota Batam, Sucipto, mengatakan penerapan awal tersebut menjadi penanda agar jalur bus lebih jelas dan tidak bercampur dengan kendaraan lain.

“Untuk tahun 2026 ini, minggu depan kita mulai di lima titik. Baru spot-spot di depan haltenya saja, sekitar 12 meter panjangnya dari halte,” kata Sucipto kepada Batam Pos, Jumat (2/10).

Lima titik tersebut berada di halte depan Kampus Politeknik Batam, dua halte di kawasan Plamo Batam Center, halte depan Bank Sumut Batam Center, serta halte di Simpang Kara, Batam Center.

Baca Juga: Cegah Batam Macet Seperti Jakarta, Dishub Siapkan 10 Koridor BRT

Menurut Sucipto, marka lajur khusus akan dibuat menggunakan cat berwarna agar mudah dikenali pengendara. Pada marka tersebut juga akan dicantumkan tulisan Lajur BRT (Bus Rapid Transit).

“Modelnya seperti di bandara, dicat berwarna sebagai penanda dan ada tulisan lajur BRT,” ujarnya.

Penerapan di lima titik tersebut menjadi tahap awal. Pada 2027, Dishub berencana memperluas marka ke lebih banyak lokasi, termasuk halte-halte lainnya. Panjang marka juga akan ditambah sehingga lajur khusus Trans Batam semakin jelas.

Secara keseluruhan, lajur khusus Trans Batam direncanakan membentang sekitar 28 kilometer. Namun, penerapannya akan diprioritaskan pada lokasi yang membutuhkan penegasan jalur, terutama persimpangan dan putaran balik atau U-turn.

“Jadi khusus di persimpangan-persimpangan dan di U-turn juga, dan lokasi semacam itu yang perlu dipertegas agar lajurnya pas dan jelas,” katanya.

Sucipto menjelaskan lajur khusus tersebut akan ditempatkan pada ruas jalan dengan kondisi aspal yang sudah baik. Jalan bergelombang belum menjadi lokasi penerapan awal karena membutuhkan kondisi permukaan yang memenuhi standar.

Rencana lajur khusus sepanjang 28 kilometer tersebut, kata Sucipto, merupakan bagian dari perencanaan Kementerian Perhubungan sejak 2022.

“Makanya kami mau terapkan,” sebut dia. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
transportasi Batam BRT lajur khusus trans batam dishub batam