3.000 Agen Perlinsos Siap Bantu Warga Batam Daftar Bansos

Antara • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 14:30 WIB
Kegiatan sosialisasi Perlinsos kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Dinsos PM Batam, Kepri. ANTARA/HO-Dinsos PM Batam
Kegiatan sosialisasi Perlinsos kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Dinsos PM Batam, Kepri. ANTARA/HO-Dinsos PM Batam

batampos – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam menyiapkan lebih dari 3.000 agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk membantu masyarakat mendaftarkan diri dalam pendataan penerima bantuan sosial (bansos).

Kepala Dinsos PM Batam Zulkifli Aman mengatakan, pendataan Program Perlinsos masih berlangsung. Hingga kini, sekitar 110 ribu dari 508 ribu kartu keluarga (KK) di Batam telah terdata atau mencapai sekitar 22 persen.

“Sekarang sudah posisi sekitar 22 persen dari seluruh jumlah KK yang terdaftar di Batam. Sekitar 110 ribu dari 508 ribu KK,” kata Zulkifli saat dihubungi di Batam, Minggu.

Menurut dia, pemerintah juga memperpanjang pelaksanaan tahap percontohan atau pilot project Perlinsos hingga Desember 2026.

Batam sebelumnya masuk dalam tahap percontohan pada Juli dengan target penyelesaian akhir Agustus. Namun, pelaksanaannya kini diperpanjang sehingga proses pendataan masih terus berjalan.

“Kemarin kan Batam masuk ke dalam percontohan ini di bulan Juli, dengan tenggat waktu akhir Agustus. Tapi sekarang sudah diperpanjang jadi ini masih berjalan terus,” ujarnya.

Pada tahap percontohan tersebut, dua program bantuan yang menjadi sasaran pendataan yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Bantuan tersebut direncanakan mulai disalurkan pada semester I 2027 kepada masyarakat yang dinyatakan layak berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi melalui aplikasi Perlinsos.

Warga Bisa Jadi Agen

Untuk memperluas cakupan pendataan, Dinsos PM Batam mendorong Gerakan Peduli Tetangga dengan melibatkan masyarakat umum sebagai agen Perlinsos.

Melalui program tersebut, siapa pun dapat mendaftarkan diri melalui portal agen Perlinsos dan membantu tetangga yang belum terdata.

“Gerakan Peduli Tetangga ini semakin terbuka untuk masyarakat karena sekarang bebas siapa saja bisa menjadi agen. Dia cukup mendaftarkan dirinya ke portal agen Perlinsos dan bisa membantu mendaftarkan tetangganya,” kata Zulkifli.

Agen kemudian dapat menanyakan kepada tetangga apakah sudah terdaftar dalam Perlinsos. Jika belum, agen bisa membantu proses pendaftaran KK melalui aplikasi.

Saat ini, jumlah agen Perlinsos di Batam telah mencapai lebih dari 3.000 orang. Kehadiran agen tersebut dinilai penting karena masih ada masyarakat yang ragu mengikuti pendataan.

Zulkifli mengatakan, sebagian warga khawatir pendaftaran Perlinsos justru membuat mereka kehilangan bantuan yang sebelumnya diterima.

“Di lapangan yang terjadi terkadang masyarakat itu belum percaya. Justru dia takut. Kalau saya daftar nanti malah tidak dapat bansos. Jangan-jangan nanti malah hilang bansosnya, seperti itu. Makanya ada peran agen ini untuk mendampingi, memberi edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Status Penerima Masih Bisa Berubah

Zulkifli menjelaskan, dalam pendataan Perlinsos, status kelayakan masyarakat akan terlihat dalam sistem, termasuk kategori layak maupun tidak layak.

Namun, status tersebut belum berarti jumlah penerima bansos akan bersifat tetap. Jumlah penerima masih dapat berubah ketika bantuan mulai disalurkan, antara lain karena adanya sanggahan atau perubahan kondisi keluarga.

Sebagai gambaran, di Kecamatan Sagulung terdapat sekitar 19.800 warga yang telah terdaftar dalam Perlinsos. Dari jumlah tersebut, sekitar 19 ribu mengajukan BPNT.

Dari pengajuan tersebut, sekitar 4 ribu warga masuk kategori berpotensi menerima bantuan, sedangkan sekitar 14 ribu lainnya dinilai tidak layak.

Menurut Zulkifli, data penerima masih dapat berubah ketika proses penyaluran bantuan dimulai.

Masyarakat yang dinilai tidak layak tetapi merasa terdapat kekeliruan dalam data dapat mengajukan sanggahan. Di sisi lain, perubahan kondisi keluarga juga dapat memengaruhi status kelayakan penerima.

“Jadi ikuti tahapan saja. Nanti paling-paling kita tahunya saat Kemensos mulai memberikan bantuan. Kalau angkanya naik, kenaikan itu bisa saja akibat sanggahan atau memang potensi baru yang muncul,” ujar Zulkifli. (*)

Editor : M Tahang
bantuan sosial Agen Perlinsos Daftar Bansos bansos