Wisman Batam Melonjak 27,70 Persen, Okupansi Hotel Malah Turun

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 16:34 WIB
Wisman asal Singapura dan Malaysia terlihat memadati Pelabuhan Internasional Batam Center, belum lama ini. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Wisman asal Singapura dan Malaysia terlihat memadati Pelabuhan Internasional Batam Center, belum lama ini. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

 
batamps - Arus wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam kembali menguat. Sepanjang Agustus 2026, sebanyak 183.281 wisman tercatat berkunjung ke Batam, melonjak 27,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, peningkatan kunjungan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada kinerja perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang justru turun, sementara rata-rata lama tamu menginap juga semakin pendek.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat, kunjungan wisman pada Agustus mencapai 183.281 kunjungan. Angka ini meningkat dibandingkan Juli yang mencapai 143.523 kunjungan. Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, jumlah kunjungan juga tumbuh 24,73 persen.

Kepala BPS Kota Batam Devi Indriastuti mengatakan, wisatawan asal Singapura masih menjadi penyumbang terbesar. Pada Agustus, wisman Singapura mencapai 72.793 kunjungan atau 39,72 persen dari total kunjungan.

Malaysia berada di posisi berikutnya dengan 71.760 kunjungan atau 39,15 persen. Disusul Tiongkok sebanyak 6.269 kunjungan, India 4.714 kunjungan, dan Filipina 2.113 kunjungan.

“Dengan demikian, Singapura dan Malaysia menyumbang hampir 80 persen dari seluruh kunjungan wisman ke Batam selama Agustus,” ujarnya, Minggu (4/10).

Baca Juga: BPS Catat Inflasi September 2026 Capai 3,28 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu

Kunjungan wisman tersebut masuk melalui sejumlah pintu utama, yakni Pelabuhan Ferry Batam Center, Nongsa Pura, Harbourbay, Pelabuhan Internasional Sekupang, serta Bandara Internasional Hang Nadim.

Di tengah derasnya arus wisman, kinerja hotel berbintang justru bergerak berlawanan. TPK hotel berbintang di Batam pada Agustus tercatat 51,91 persen, turun 3,41 poin dibandingkan Juli yang mencapai 55,32 persen.

Penurunan juga terjadi pada rata-rata lama menginap. Pada Agustus, tamu hotel berbintang di Batam rata-rata hanya menginap 1,75 malam, turun 0,11 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

“Jika dibedakan berdasarkan asal tamu, wisatawan Indonesia rata-rata menginap 1,68 malam. Sementara tamu asing sedikit lebih lama, yakni 1,87 malam,” sebut Devi.

Data tersebut menunjukkan peningkatan jumlah wisman belum otomatis membuat wisatawan tinggal lebih lama di Batam. Bagi sektor pariwisata, kondisi ini menjadi catatan karena dampak ekonomi kunjungan wisatawan juga berkaitan dengan durasi tinggal dan aktivitas belanja selama berada di daerah tujuan wisata.

Secara regional, TPK hotel berbintang di Provinsi Kepri pada Agustus mencapai 48,53 persen, turun 1,68 poin dibandingkan Juli yang berada di angka 50,21 persen. Meski turun secara bulanan, angka tersebut masih naik 0,48 poin dibandingkan Agustus 2025.

Sementara secara nasional, TPK hotel berbintang tercatat 52,52 persen. Dengan demikian, TPK hotel berbintang di Kepri masih berada 3,99 poin di bawah rata-rata nasional.

Baca Juga: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Kepri Turun Jadi 111,22 Ribu Orang pada Maret 2026

“Untuk Batam sendiri, angka TPK 51,91 persen masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kepri. Namun, penurunan dalam sebulan terakhir menjadi sinyal bahwa derasnya arus wisatawan perlu diikuti dengan upaya mendorong mereka agar tidak sekadar datang, tetapi juga memperpanjang masa tinggal,” tuturnya.

Dengan dominasi wisatawan Singapura dan Malaysia, Batam memiliki pasar wisatawan regional yang kuat. Tantangannya kini bukan hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal, menginap di hotel, berbelanja, dan menikmati lebih banyak aktivitas wisata di Batam.(*)

Editor : Yofi Yuhendri
wisman Batam Hotel Batam TPK hotel pariwisata batam bps batam