Bukit Daeng Langganan Macet, Warga Menanti Pelebaran Jalan

Eusebius Sara • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 14:46 WIB
Suasana kemacetan di tanjakan Bukit Daeng, Jalan R Suprapto. F.Eusebius/Batam Pos
Suasana kemacetan di tanjakan Bukit Daeng, Jalan R Suprapto. F.Eusebius/Batam Pos

 
batampos - Kemacetan di Tanjakan Bukit Daeng, Jalan R Suprapto, Batam, kembali menjadi sorotan setelah antrean panjang kendaraan viral di media sosial. Bagi warga Batuaji dan Sagulung, kepadatan lalu lintas pada pagi hari bukan sekadar menghambat perjalanan, tetapi juga membuat waktu tempuh menuju tempat kerja semakin panjang dan melelahkan.

Dimas, warga Batuaji yang bekerja di Batam Center, mengatakan kemacetan di sepanjang Jalan R Suprapto sudah menjadi rutinitas yang sulit dihindari. Ia harus berangkat lebih awal agar tidak terlambat masuk kerja.

“Setiap pagi memang begini. Kalau tidak berangkat lebih awal, bisa terlambat masuk kerja. Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh lebih cepat malah habis di jalan karena macet,” keluh Dimas.

Menurut dia, kemacetan tidak hanya terjadi di Tanjakan Bukit Daeng. Penumpukan kendaraan di sejumlah titik sepanjang Jalan R Suprapto turut memperlambat perjalanan. Kondisi itu membuat pengendara harus memperhitungkan waktu keberangkatan, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal kerja ketat atau keperluan penting lainnya.

Kemacetan pada jam sibuk juga berdampak pada aktivitas masyarakat lainnya. Pelajar dan orangtua berisiko terlambat tiba di sekolah. Warga yang hendak mengejar penerbangan atau keberangkatan kapal pun harus berangkat jauh lebih awal untuk mengantisipasi antrean kendaraan.

Baca Juga: Dishub Batam Cat Marka Merah Lajur BRT di Lima Halte 

Keluhan serupa disampaikan Susanto. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan pelebaran jalan agar kemacetan yang berulang setiap hari tidak terus membebani masyarakat.

“Jalan ini perlu segera diperlebar. Kendaraan semakin banyak, sementara jalannya masih sempit. Kalau dibiarkan, setiap pagi masyarakat akan terus menghadapi kemacetan seperti ini,” ujarnya.

Ruas Jalan R Suprapto, mulai dari Simpang Barelang hingga Simpang Dam Muka Kuning, masih didominasi jalan dua lajur. Kapasitas jalan dinilai semakin terbebani oleh tingginya volume kendaraan, terutama pada pagi dan sore hari. Ketika arus tersendat di satu titik, antrean kendaraan dapat memanjang dan sulit terurai dalam waktu singkat.

Sebagai jalur utama yang menghubungkan Batuaji dan Sagulung dengan wilayah lain di Batam, Jalan R Suprapto memiliki peran penting dalam mobilitas warga. Terbatasnya jalur alternatif juga membuat pengendara tidak memiliki banyak pilihan saat kemacetan terjadi.

Pemko Batam bersama BP Batam diketahui telah menyiapkan proyek pelebaran jalan menjadi lima lajur di Simpang Barelang serta pada ruas dari Simpang Panbil hingga Rusunawa Muka Kuning.

Warga berharap pelebaran tersebut direalisasikan secara berkelanjutan agar kapasitas jalan meningkat dan kemacetan tidak sekadar berpindah ke titik berikutnya. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Jalan R Suprapto Kemacetan Batam Bukit Daeng Sagulung batuaji