Penegasan tersebut disampaikan Tenaga Ahli Menteri Haji dan Umrah RI, H. Abdul Rahman Syah Putra Batubara, saat membuka kegiatan Executive Capacity Building Kantor Wilayah Kemenhaj Jawa Barat di Batam View Beach Resort, Nongsa, Sabtu (10/10).
Abdul Rahman menegaskan, pimpinan Kemenhaj di daerah tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi. Mereka dituntut memahami kewenangan, berani mengambil keputusan, serta mampu menyelesaikan persoalan di lapangan secara cepat dan bertanggung jawab.
Menurut dia, pengawasan terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) menjadi bagian penting dari tanggung jawab tersebut. Jajaran Kemenhaj juga diminta aktif mengedukasi masyarakat agar lebih cermat sebelum memilih penyelenggara perjalanan ibadah.
Legalitas biro perjalanan, kejelasan layanan, dan kepatuhan terhadap ketentuan perlu menjadi perhatian calon jemaah. Sementara itu, indikasi pelanggaran harus ditindaklanjuti sesuai kewenangan agar perlindungan terhadap jemaah semakin kuat dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Abdul Rahman juga mengingatkan pentingnya integritas aparatur dalam memberikan pelayanan. Seluruh pimpinan dan pegawai Kemenhaj diminta bekerja profesional serta menghindari pungutan tidak sah maupun pembebanan biaya di luar ketentuan.
Ia menilai, kepercayaan diri dalam memimpin, peningkatan kompetensi, tata kelola keuangan yang akuntabel, serta loyalitas terhadap tugas merupakan modal penting bagi pimpinan Kemenhaj di daerah.
Kegiatan yang berlangsung pada 9–12 Oktober 2026 tersebut diikuti jajaran pimpinan Kanwil Kemenhaj Jawa Barat dan kepala kantor Kemenhaj dari 27 kabupaten/kota di provinsi itu.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Barat, Boy Hari Novian, turut menekankan pentingnya soliditas tim, kemampuan menyelesaikan persoalan, serta percepatan transformasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Menurut dia, Jawa Barat memiliki jumlah penduduk muslim yang besar, dengan jumlah jemaah haji dan aktivitas perjalanan umrah yang signifikan. Kondisi tersebut menuntut kesiapan sumber daya manusia serta kemampuan aparatur dalam menangani berbagai persoalan pelayanan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Kota Batam, Syahbudi, menyambut kehadiran para peserta di Batam. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, dan memperkuat kolaborasi antardaerah.
Melalui kegiatan ini, penguatan kapasitas kepemimpinan diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi aparatur, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas pelayanan serta perlindungan jemaah haji dan umrah. (*)