Kualitas Udara Jadi Perhatian, Tokoh Lintas Agama Bagikan Masker di Enam Titik

Eusebius Sara • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:17 WIB
Tokoh lintas agama bersama mahasiswa membagikan masker gratis kepada pengguna jalan di sejumlah persimpangan Kota Batam, Selasa (13/10). F. Eusebius Sara/Batam Pos
Tokoh lintas agama bersama mahasiswa membagikan masker gratis kepada pengguna jalan di sejumlah persimpangan Kota Batam, Selasa (13/10). F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Kepedulian terhadap kualitas udara di Kota Batam menyatukan para tokoh lintas agama. Bersama mahasiswa dan relawan, mereka turun ke jalan membagikan masker gratis kepada pengendara dan masyarakat di enam persimpangan strategis, Selasa (13/10).

Aksi bertajuk Lintas Agama Peduli Iklim ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah persoalan polusi udara yang belakangan menjadi perhatian warga Batam.

Tidak hanya membagikan masker, para relawan juga mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan dan melindungi kesehatan dari paparan udara yang tercemar.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, Luqman Rifai, mengatakan persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang tidak mengenal perbedaan agama.

“Menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab kita bersama. Perbedaan agama tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu dalam aksi kemanusiaan,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan kualitas udara harus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui imbauan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Senada dengan itu, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Kota Batam, Pendeta Otnil Harefa, menegaskan pentingnya solidaritas lintas agama dalam menghadapi ancaman pencemaran lingkungan.

“Udara bersih adalah kebutuhan semua orang. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya menjadi seruan,” katanya.

Pembagian masker berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Enam lokasi yang menjadi sasaran aksi yakni Simpang Gelael, Simpang Kepri Mall, Simpang Nagoya-Martabak Har, Simpang SP Plaza Batuaji, Simpang Masjid Besar Batam Center, serta Simpang Sekupang di depan Petra.

Di lokasi tersebut, para relawan membagikan masker kepada pengendara sepeda motor, pengguna jalan, dan masyarakat yang melintas.

Kegiatan ini mengusung tema “Satu Paru, Satu Bumi, Satu Kemanusiaan – Selamatkan Generasi Kita Hari Ini”.

Tema tersebut menjadi pesan bahwa udara bersih merupakan kebutuhan dasar seluruh manusia tanpa memandang agama, suku, maupun latar belakang sosial.

Gerakan ini melibatkan berbagai organisasi dan komunitas keagamaan, di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta perwakilan umat Katolik, Protestan, Buddha, Konghucu, dan Hindu.

Keterlibatan berbagai unsur keagamaan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan dan solidaritas kemanusiaan.

Para tokoh lintas agama berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pembagian masker, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga kualitas lingkungan di Batam.

Masyarakat juga diajak lebih waspada terhadap kondisi udara, menggunakan masker yang sesuai ketika kualitas udara memburuk, serta mengurangi aktivitas yang dapat menambah pencemaran.

Sementara itu, pemerintah dan instansi terkait diharapkan terus meningkatkan pemantauan kualitas udara serta mengambil langkah penanganan terhadap sumber pencemaran.

Melalui aksi ini, para tokoh lintas agama ingin menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

Sebab, udara bersih adalah hak bersama, dan menjaga lingkungan berarti melindungi kesehatan serta masa depan generasi Batam. (*)

Editor : Jamil Qasim
kualitas udara Lintas Agama