Udara Batam Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Capai 123,7

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 05:40 WIB
Kabut asap kiriman dari luar Batam semakin pekat menyelimuti  kota Batam, Rabu (7/10). Kondisi ini mengakibatkan kualitas udara tidak sehat. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Kabut asap kiriman dari luar Batam semakin pekat menyelimuti kota Batam. Kondisi ini mengakibatkan kualitas udara tidak sehat. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kualitas udara di Kota Batam memburuk akibat sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada Selasa (13/10), konsentrasi partikulat halus PM2.5 dilaporkan mencapai 123,7 dan masuk kategori tidak sehat. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan jantung.

Kabut asap terpantau menyelimuti sejumlah kawasan di Batam, mulai dari Batam Center, Sekupang, Batuaji hingga Nongsa. Langit terlihat berawan, sementara jarak pandang di sekitar Bandara Hang Nadim Batam tercatat sekitar 4 kilometer.

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Addini, mengatakan sebaran asap kebakaran hutan menjadi salah satu penyebab memburuknya kualitas udara di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Pergerakan asap dipengaruhi arah dan kecepatan angin.

“Kecepatan dan arah angin merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan sebaran asap ini sampai di Kepri,” kata Addini, Senin (12/10).

Menurut dia, asap masih berpotensi memengaruhi kualitas udara selama kebakaran hutan belum berhenti. Hujan yang turun di sejumlah wilayah dapat membantu mengurangi kepekatan asap, tetapi belum tentu menghilangkan sumber pencemaran selama kebakaran masih berlangsung.

BMKG memperkirakan angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 3–15 kilometer per jam. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memantau pergerakan asap di Kepri.

Di tengah ancaman kabut asap, cuaca di wilayah Kepri diperkirakan cerah berawan hingga berawan, dengan potensi hujan ringan hingga sedang secara lokal. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang di Batam, Bintan, Natuna, serta Kepulauan Anambas.

Khusus Batam, kabut asap diperkirakan masih berpotensi muncul pada pagi hari dan kembali menyelimuti wilayah tersebut pada malam hingga dini hari. Suhu udara diperkirakan berkisar 25–33 derajat Celsius.

Dinkes Batam Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan penurunan kualitas udara. Warga diminta melakukan langkah perlindungan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batam mengimbau masyarakat membiasakan diri memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebelum beraktivitas. Informasi tersebut dapat menjadi acuan untuk menyesuaikan kegiatan dengan kondisi kualitas udara.

“Kesadaran masyarakat untuk melindungi diri menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memantau kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan,” ujarnya, Selasa (13/10).

Saat kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kegiatan fisik berat. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan riwayat asma atau penyakit jantung dan paru-paru perlu lebih berhati-hati karena berisiko mengalami dampak kesehatan yang lebih serius.

Warga juga disarankan menutup sementara jendela dan ventilasi yang langsung menghadap sumber polusi. Namun, sirkulasi udara di dalam ruangan tetap perlu diperhatikan agar lingkungan tetap aman dan nyaman. Jika tersedia, penjernih udara dengan penyaring partikel HEPA dapat digunakan sesuai luas ruangan dan petunjuk pemakaian.

Selain itu, masyarakat perlu menghindari sumber polusi tambahan, seperti asap rokok, pembakaran sampah, dan asap kendaraan. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker respirator N95 atau KN95 yang terpasang rapat untuk membantu menyaring partikel halus.

“Upaya ini penting karena kualitas udara di dalam rumah maupun lingkungan kerja juga dapat dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari,” kata Melda.

Dinkes Batam juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Warga yang mengalami keluhan seperti batuk berkepanjangan, iritasi tenggorokan, mata perih, atau sesak napas diminta segera berkonsultas (*)

Editor : Putut Ariyo
Kualitas Udara Batam Kabut Asap Batam Karhutla PM2.5 dinkes batam