batampos - Kemacetan di Jalan R Suprapto, Batuaji, hingga Jalan Ahmad Yani, Mukakuning, kian dikeluhkan masyarakat. Setiap jam sibuk, arus kendaraan di jalur utama penghubung kawasan permukiman dan industri itu kerap tersendat, bahkan nyaris lumpuh.
Kondisi ini memperlambat perjalanan warga dan menghambat aktivitas sehari-hari, terutama saat berangkat dan pulang kerja.
Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Tanjakan Bukit Daeng. Pada jam sibuk, kendaraan dari arah Batuaji maupun Mukakuning harus bergerak perlahan melewati tanjakan tersebut. Kepadatan yang terus bertambah membuat waktu tempuh sulit diprediksi.
Bagi warga yang setiap hari melintasi jalur itu, kemacetan bukan lagi kejadian sesekali, melainkan persoalan berulang yang membutuhkan penanganan segera.
Hendra, warga Batuaji, mengatakan kemacetan di jalur tersebut sudah menjadi keluhan utama pengguna jalan. Menurut dia, kondisi itu perlu segera ditangani agar mobilitas masyarakat tidak terus terganggu.
“Setiap jam sibuk macetnya parah. Kendaraan bergerak sangat lambat, terutama di Tanjakan Bukit Daeng. Jalan ini perlu segera ditangani,” ujarnya.
Ia menilai pelebaran jalan menjadi salah satu langkah yang perlu diprioritaskan untuk mengurai kepadatan. Apalagi, ruas tersebut merupakan jalur penting yang menghubungkan Batuaji dengan Mukakuning, termasuk kawasan industri yang menjadi tujuan perjalanan banyak pekerja setiap hari.
Baca Juga: Bukit Daeng Langganan Macet, Warga Menanti Pelebaran Jalan
Hendra berharap pelebaran jalan yang telah dilakukan di sejumlah titik tidak berhenti di tengah jalur. Menurut dia, penambahan kapasitas jalan perlu dilakukan secara berkesinambungan agar manfaatnya dirasakan pengguna jalan dari Batuaji hingga Mukakuning.
Jika hanya sebagian ruas yang diperlebar, penyempitan di titik berikutnya dikhawatirkan tetap menjadi sumber antrean kendaraan.
Pantauan di lapangan menunjukkan pelebaran Jalan R Suprapto menjadi lima lajur dari arah Batuaji telah mencapai kawasan Simpang Barelang. Sementara itu, dari arah Mukakuning, pelebaran Jalan Ahmad Yani baru mencapai kawasan depan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Mukakuning.
Kedua ruas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran arus kendaraan di kawasan Batuaji–Mukakuning.
Warga berharap pelebaran dari arah Mukakuning dapat dilanjutkan hingga tersambung dengan kawasan Simpang Barelang. Dengan demikian, kapasitas jalan di sepanjang jalur utama tersebut bisa lebih merata dan tidak menyisakan titik penyempitan yang berpotensi memicu kemacetan baru.
Selain pelebaran jalan, penanganan khusus di Tanjakan Bukit Daeng juga dinilai perlu diperhatikan karena menjadi salah satu titik yang dikeluhkan pengguna jalan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Metra Dinata, saat dikonfirmasi mengakui adanya rencana pelebaran jalan tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa penanganan ruas jalan itu berada di bawah kewenangan Badan Pengusahaan (BP) Batam, bukan DBMSDA Kota Batam.
“Iya, itu di BP Batam. Kami dari Bina Marga handel jalan lingkar di Batuaji,” kata Metra.
Dengan pembagian kewenangan tersebut, warga berharap rencana pelebaran Jalan R Suprapto dan Jalan Ahmad Yani dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Kepastian kelanjutan pembangunan, terutama dari Mukakuning hingga Simpang Barelang, dinilai penting untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.
Tanpa penanganan menyeluruh, kemacetan di Tanjakan Bukit Daeng dan sepanjang jalur Batuaji–Mukakuning dikhawatirkan terus menghambat aktivitas warga serta pergerakan pekerja industri setiap hari. (*)
Editor : Yofi Yuhendri