batampos - Aktivitas Bandara Internasional Hang Nadim Batam terganggu asap kiriman dari kebakaran hutan. Penurunan jarak pandang pada Jumat (16/10) menyebabkan tiga penerbangan mengalami keterlambatan, sementara penerbangan perintis Susi Air rute Batam–Rengat pergi-pulang dibatalkan.
PT Bandara Internasional Batam (BIB), selaku pengelola Bandara Hang Nadim, mencatat keterlambatan terjadi pada penerbangan Lion Air dan Batik Air. Durasi keterlambatan berkisar antara 1 jam 18 menit hingga 2 jam 7 menit.
Penerbangan Lion Air JT246 dari Palembang menuju Batam terlambat 1 jam 44 menit.
Sementara itu, Lion Air JT239 rute Batam–Pekanbaru mengalami keterlambatan 2 jam 7 menit.
Adapun penerbangan Batik Air ID6863 rute Batam–Jakarta terlambat 1 jam 18 menit.
Direktur Utama PT BIB, Annang, mengatakan ketiga penerbangan tersebut telah kembali beroperasi setelah kondisi dinilai aman untuk penerbangan.
“Tim operasional dan penanganan darat telah melakukan penanganan keterlambatan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” kata Annang dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10).
Meski tiga penerbangan kembali beroperasi, penerbangan perintis Susi Air rute Batam–Rengat pergi-pulang dibatalkan. BIB tidak merinci durasi maupun alasan teknis pembatalan tersebut secara terpisah.
BIB Pantau Jarak Pandang Bersama BMKG dan AirNav
Untuk mengantisipasi gangguan lanjutan, BIB terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta maskapai penerbangan.
Koordinasi dilakukan untuk memantau perkembangan kabut asap dan kondisi jarak pandang di sekitar bandara.
Penurunan jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam operasional penerbangan karena berkaitan dengan keselamatan pesawat saat lepas landas dan mendarat. Keputusan operasional harus mempertimbangkan kondisi aktual di bandara serta hasil penilaian keselamatan penerbangan.
BIB juga memastikan hak penumpang yang terdampak keterlambatan tetap menjadi perhatian. Maskapai diminta memenuhi kewajibannya kepada penumpang sesuai ketentuan yang berlaku.
Annang mengimbau calon penumpang untuk memantau perubahan jadwal melalui saluran resmi maskapai atau layanan pelanggan di terminal Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pengguna jasa udara,” ujarnya.
Dampak Kabut Asap Meluas hingga Transportasi Udara
Gangguan penerbangan di Hang Nadim menambah daftar dampak kabut asap yang melanda Batam dan sejumlah wilayah di sekitarnya.
Bagi penumpang, keterlambatan dan pembatalan penerbangan bukan sekadar menambah waktu tunggu. Perubahan jadwal juga berpotensi memengaruhi perjalanan lanjutan, agenda pekerjaan, hingga rencana perjalanan yang telah disusun sebelumnya.
Di sisi lain, kualitas udara yang memburuk turut meningkatkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Risiko gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), menjadi perhatian seiring berlanjutnya kondisi kabut asap.
Penanganan situasi ini membutuhkan langkah yang berjalan beriringan, mulai dari pemantauan kualitas udara, perlindungan kesehatan masyarakat, hingga penelusuran sumber kebakaran yang menyebabkan asap.
Sementara itu, Singapura membuka kemungkinan menempuh langkah hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas pencemaran asap lintas batas.
Bagi Batam, persoalan kabut asap kini tidak hanya berkaitan dengan kualitas udara dan kesehatan warga, tetapi juga berdampak pada kelancaran transportasi udara serta aktivitas masyarakat secara lebih luas. (*)
Editor : Putut Ariyo