PLN Batam Beberkan BlackOut, Tempo Hari

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:02 WIB
Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo. F. Jamaluddin / Batam Pos
Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo. F. Jamaluddin / Batam Pos

batampos – Pergeseran kamera pengawas atau CCTV sehari sebelum blackout yang melumpuhkan sebagian wilayah Kepulauan Riau (Kepri) menjadi salah satu kejanggalan yang ditemukan PT PLN Batam dalam penyelidikan gangguan listrik di Gardu Induk (GI) Sei Harapan, Senin (12/10). Selain itu, pagar pengaman bertegangan listrik yang berfungsi mencegah hewan liar memasuki area gardu diketahui tidak aktif saat gangguan terjadi.

Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengatakan, CCTV yang seharusnya merekam area trafo justru bergeser pada Minggu (11/10) sekitar pukul 18.43 WIB. Akibatnya, kamera tersebut tidak merekam secara jelas percikan api saat ledakan yang diduga berkaitan dengan gangguan listrik.

Kondisi itu membuat PLN Batam belum bisa memastikan penyebab awal gangguan yang memicu pemadaman listrik secara luas di Batam dan sejumlah wilayah Kepri.

“Apakah itu ada sabotase ataupun seperti apa,” kata Kwin Fo dalam konferensi pers di Kantor PLN Batam, Minggu (18/10).

Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian. Penyelidikan masih berlangsung dengan melibatkan kepolisian, termasuk Bareskrim Mabes Polri.

“Sebaiknya kita menahan diri dulu untuk menyebutkan apa penyebabnya,” ujarnya.

CCTV Bergeser Sehari Sebelum Blackout

Kwin Fo menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan rekaman CCTV, kamera pengawas tersebut diketahui bergeser pada Minggu (11/10) pukul 18.43 WIB, sehari sebelum gangguan listrik terjadi.

Padahal, sehari sebelumnya, kamera itu masih mengarah ke area Gardu Induk Sei Harapan, termasuk bagian pagar pengaman listrik atau electric fence.

Ia menduga perubahan arah kamera melibatkan operator yang mengoperasikannya. Namun, PLN belum memastikan apakah pergeseran tersebut memiliki kaitan langsung dengan gangguan listrik.

“Tapi yang jelas, menurut kepercayaan kami, itu memang ada orang operator yang menekan tombol menggeser CCTV,” katanya.

Kwin Fo menambahkan, terbatasnya rekaman yang memperlihatkan area kejadian menjadi kendala dalam mengungkap kronologi gangguan secara utuh.

“CCTV-nya terlihat sedikit saja,” ujarnya.

 

Pagar Pengaman Listrik Tidak Aktif

Selain CCTV yang bergeser, PLN Batam menemukan kejanggalan lain pada sistem pengamanan di GI Sei Harapan. Pagar bertegangan listrik yang berfungsi menghalau hewan liar diketahui tidak aktif ketika gangguan terjadi.
Padahal, pagar tersebut dirancang untuk mencegah hewan memasuki area vital gardu induk dan mengganggu peralatan kelistrikan.

Dalam pemeriksaan awal pada Senin (12/10) sekitar pukul 07.00 WIB, tim PLN belum menemukan penyebab pasti gangguan. Pemeriksaan lanjutan sekitar pukul 10.30 WIB kemudian menemukan seekor kera liar dalam kondisi mengenaskan di sekitar gardu.

Hewan tersebut diduga berkaitan dengan kejadian itu. Namun, Kwin Fo belum memastikan apakah kera tersebut menjadi penyebab gangguan atau justru terdampak akibat peristiwa yang terjadi.

Dengan rekaman CCTV yang tidak memperlihatkan kejadian secara utuh dan temuan terkait pagar pengaman, penyebab awal gangguan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

 

Kronologi Blackout Batam 12 Oktober

Gangguan listrik bermula di GI Sei Harapan pada Senin (12/10) sekitar pukul 06.28 WIB. Saat itu, percikan api muncul di dekat pemutus tenaga atau circuit breaker (CB) pada sistem kelistrikan gardu tersebut.

Menurut Kwin Fo, CB seharusnya memutus aliran listrik pada bagian yang mengalami gangguan agar dampaknya tidak merambat ke jaringan utama. Namun, perangkat tersebut tidak terbuka saat kejadian sehingga gangguan masuk ke jaringan transmisi dan menjalar ke gardu lain.

“CB kita tidak terbuka,” katanya.

Gangguan kemudian merambat melalui jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) menuju GI Sagulung. Dampaknya, pembangkit listrik Tanjung Uncang berkapasitas 220 megawatt (MW) yang terhubung ke gardu tersebut kehilangan koneksi dari sistem akibat aktifnya proteksi otomatis pembangkit.

Hilangnya pasokan daya dalam jumlah besar membuat pembangkit lain tidak mampu mempertahankan kestabilan sistem kelistrikan. Pada pukul 06.37 WIB, pembangkit-pembangkit lain turut terlepas dari sistem utama sehingga pemadaman meluas atau terjadi blackout.

 

PLN Batam Sebut Peralatan Proteksi Berfungsi Normal

Di sisi lain, Direktur Operasi PT PLN Batam Dinda Alamsyah mengatakan, pengujian teknis yang dilakukan bersama Polda Kepri dan Bareskrim Mabes Polri menunjukkan peralatan proteksi kelistrikan dalam kondisi laik operasional.
Pengujian tersebut mencakup waktu kerja dan keserempakan CB 150 kV dan CB 20 kV, relay proteksi, serta sistem baterai dan catu daya arus searah atau direct current (DC).

“Pengujian waktu kerja dan keserempakan pada CB 150 kV, CB 20 kV, relay, hingga sistem baterai dan power supply DC menunjukkan semua peralatan berfungsi normal sesuai standar. Saat proses penormalan sistem, seluruh alat bekerja tanpa kendala,” kata Dinda.

Hasil pengujian itu menjadi bagian dari pemeriksaan teknis PLN Batam bersama kepolisian. Sementara itu, penyebab awal gangguan yang memicu blackout masih belum dipastikan. (*)

Editor : Putut Ariyo
blackout Batam Gardu Induk Sei Harapan CCTV GI Sei Harapan gangguan listrik Batam PLN Batam