Cegah Kerusakan Meluas, DBMSDA Batam Bentuk Satgas Jalan

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:14 WIB
Jalan rusak di depan RSBK Seraya ditutupi ban bekas.
Jalan rusak di depan RSBK Seraya ditutupi ban bekas beberapa waktu lalu

batampos - Kerusakan jalan yang tak segera ditangani dapat mengganggu kelancaran lalu lintas hingga membahayakan pengendara. Untuk mempercepat perbaikan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang setiap hari memantau dan menambal ruas jalan rusak.

Kepala DBMSDA Kota Batam Metra Dinata mengatakan, satgas tersebut bertugas menyurvei kondisi jalan sekaligus menindaklanjuti kerusakan yang ditemukan di lapangan. Dengan pola penanganan ini, perbaikan dapat dilakukan tanpa harus menunggu program pembangunan atau peningkatan jalan.

“Setiap hari untuk survei dan langsung di-patching. Saya sudah bentuk tim Satgas Kerusakan Jalan. Mereka bekerja setiap hari memonitor titik-titik yang perlu kita patching dan itu dilakukan setiap hari,” kata Metra.

Penanganan rutin tersebut menjadi salah satu upaya menjaga kondisi jalan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat Batam. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut berisiko semakin meluas, terutama pada ruas yang setiap hari dilintasi kendaraan dalam jumlah besar.

Di sisi lain, Pemkot Batam juga meningkatkan infrastruktur melalui pelebaran jalan di tujuh lokasi sepanjang 2026. Pekerjaan tersebut menyasar Simpang Cikitsu, Simpang Tiga, Simpang Kara, kawasan Perumahan Orchid, Sagulung, ruas di depan SPBU dekat Sekolah Ulil Albab, serta jalur Simpang Sei Pancur menuju Kampung Bagan.

Pelebaran dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jalan, memperlancar pergerakan kendaraan, dan memperkuat konektivitas antarwilayah. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada 2026, dengan pelaksanaan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing lokasi.

Baca Juga: 475 Personel Polda Kepri Dimutasi, Sejumlah Pejabat Polres dan Polresta Berganti

Selain pelebaran, peningkatan kualitas jalan juga dilakukan di Jalan Victoria, Tanjung Riau, dan kawasan Nongsa dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. DBMSDA turut mengalokasikan Rp389 juta untuk pembangunan dinding penahan jalan di sekitar kawasan Lanud Hang Nadim.

Tak hanya menangani badan jalan, DBMSDA juga membenahi drainase di sejumlah kawasan untuk menjaga kelancaran aliran air dan mengurangi potensi genangan.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran normalisasi dan pembersihan saluran meliputi kawasan Dana Graha, saluran di belakang Baloi Ditpam hingga Simpang Awal Bros, drainase Tiban Centre, kolam retensi Kodim Batuaji, serta saluran di Jalan S. Parman, tepatnya di depan Ruko Permata Piayu.

Pembenahan drainase menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan. Saluran yang tidak berfungsi optimal dapat memicu genangan dan mengganggu aktivitas pengguna jalan, terutama saat hujan turun.

Melalui penanganan kerusakan secara rutin, peningkatan kualitas jalan, dan pembenahan drainase, Pemkot Batam berupaya menjaga infrastruktur tetap berfungsi di tengah perkembangan kota.

Keberhasilan upaya tersebut bergantung pada kecepatan mengidentifikasi kerusakan dan menindaklanjutinya di lapangan. Dengan begitu, kerusakan jalan diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar bagi masyarakat. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Metra Dinata DBMSDA Batam satgas jalan pelebaran jalan jalan rusak