Jelajahi jalan-jalan yang dipenuhi dengan nuansa budaya Melayu yang kental, sambil menikmati kelezatan kuliner lokal dan kehangatan keramahtamahan penduduk setempat. Kesempurnaan Pulau Penyengat tak hanya terletak pada pesona arsitektur dan kebudayaannya, tetapi juga pada pantai berpasir putihnya yang memikat, menawarkan peluang untuk bersantai di bawah sinar matahari yang gemilang sambil menikmati keindahan panorama laut yang memukau.
Pulau Penyengat yang dikenal sebagai emas kahwin Engku Putri ini juga merupakan pusat istana raja-raja Kesultanan Riau Lingga. Peninggalan yang ada adalah merupakan aset berharga bagi daerah ini. Potensi-potensi yang ada kemudian terus dirawat oleh Pemerintah Daerah.
Pemerintah Provinsi Kepri dibawah kendali Gubernur Kepri, Ansar Ahmad telah memplot Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata halal di Provinsi Kepri. Selama ini, Penyengat memang telah melekat sebagai destinasi andalan untuk wisata religi.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyadari benar, Pulau Penyengat adalah aset yang harus tersu dirawat. Menyiasati ini, Pemprov Kepri telah memulai pembenahan Pulau Penyengat, Tanjungpinang sejak 2022 lalu. Gubernur Ansar mengatakan, setelah proses pembenahan jalan di tahun 2023 lalu, tahun 2024 ini ada beberapa pekerjaan yang harus dilanjutkan.
“Kita perlu dukungan doa dari masyarakat agar usaha kita untuk menata Pulau Penyengat ini dimudahkan dan dilancarkan. Kita tau APBD kita terbatas, makanya kita mengadukannya kepada Pemerintah Pusat. Kita. Dan kita patut bersyukur karena permintaan masyarakat ini dikabulkan, sehingga nanti Penyengat akan lebih tertata, lebih rapi, lebih cantik dan lebih memikat para wisatawan,” ucap Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. (*)
Reporter: Jailani