Aksi ini langsung menjadi sorotan dunia. Isi pidato Presiden Indonesia ini juga menyinggung luka sejarah Indonesia, konflik Palestina-Israel, hingga janji menghapus kemiskinan dan kelaparan dari Tanah Air.
Berikut 8 poin penting yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya, dikutip dari Radar Kudus:
1. Pengantar hak asasi manusia & kesetaraan
Presiden Prabowo menegaskan bahwa walaupun berbeda dalam ras, agama, dan kebangsaan kita berkumpul sebagai satu keluarga. manusia diciptakan setara dan dikaruniai hak - hak yang tidak dapat diganggu gugat atas hidup, kebebasan, dan upaya mengejar kebahagiaan.
2. Sejarah & perjuangan Indonesia
Prabowo juga menyebut masa penjajahan, penindasan, dan perjuangan Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Ia menyatakan solidaritas global PBB membantu kemajuan Indonesia melalui organisasi seperti UNICEF, FAO, dan WHO.
3. Kritik terhadap ketidakadilan global
Ia juga menyerukan dunia menolak ketidakadilan dan mendukung prinsip keadilan universal. Prabowo menolak doktrin yang kuat melakukan apa yang bisa, yang lemah menanggung apa yang harus mereka tanggung.
Baca Juga: Berbincang dengan Pete C. Mehravari, Pejabat IIPA dari Amerika Serikat: Di Balik Alunan Musik Kafe, Hak Cipta Wajib Dihargai
4. Komitmen Indonesia dalam perdamaian
Indonesia siap mengerahkan hingga 20.000 personel untuk misi penjaga perdamaian di Gaza atau tempat lain yang membutuhkan. Indonesia juga akan mendukung PBB dan memberikan kontribusi finansial.
5. Isu ketahanan pangan
Indonesia telah mencatat produksi beras & cadangan gabah tertinggi dalam sejarahnya. Bahkan sudah membantu negara lain, yaitu memberikan beras kepada Palestina.
6. Perubahan iklim & mitigasi
Prabowo dalam pidatonya menyoroti ancaman kenaikan muka laut, khususnya di pesisir ibu kota. Rencana pembangunan tembok laut raksasa sepanjang 480 km. Target net zero emission pada 2060, penanaman hutan kembali sebanyak 12 juta hektar dan peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan.
7. Masalah Palestina
Ia menegaskan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara (Two State Solution). Dunia tidak boleh berdiam atas penderitaan rakyat Palestina dengan mendesak legitimasi serta keadilan bagi mereka.
Pidato Presiden Prabowo menuai berbagai respon. Sebagian merasa bangga dan sebagian merasa kecewa.
Dengan pidato perdananya di PBB, Prabowo tidak hanya menegaskan posisi Indonesia di panggung internasional, tetapi juga menunjukkan visi besar bahwa Indonesia siap berperan aktif dalam mewujudkan dunia yang lebih adil, damai, dan berkelanjutan.(*)
Editor : Tunggul Manurung