batampos - Apple secara resmi menghimbau semua pengguna iPhone agar tidak menggunakan Chrome. apple mengklaim bahwa browser milik Google kurang melindungi privasi dibanding browser bawaan Apple, yaitu Safari.
"Safari memiliki fitur canggih yang melindungi anda dari pelacakan lintas situs, menyembunyikan alamat IP dari pelacak yang diketahui," kata Apple, dikutip Forbes, Kamis (11/12).
Fitur tersebut yang tidak dijamin tersedia di Chrome pada iPhone. Apple memperingatkan bahwa Chrome di iPhone membuka kemungkinan pelacakan lintas situs, pembuatan fingerprint unik perangkat, dan pengumpulan data yang bisa melacak aktivitas pengguna secara intensif.
Fitur baru pada Chrome, yaitu integrasi AI justru meningkatkan risiko pemprosesan data. Apple menyebut bahwa ini membuat Safari sebagai pilihan yang lebih aman.
Apple membuat daftar perbandingan dengan Chrome. Daftar ini mencakup cookie pelacak, pelacak URL, penyamaran IP, perlindungan dari ekstensi berbahaya, dan pemblokiran pelacak yang sudah diketahui.
Bahkan Microsoft memperingatkan pengguna Windows agar berhenti menggunakan Chrome. Microsoft menyarankan menggunakan Edge yang masih jauh tertinggal.
Apple menunjukkan bahwa Safari menyederhanakan konfigurasi perangkat agar banyak iPhone terlihat sama bagi pelacak.
Dalam iOS terbaru, perlindungan terhadap pelacakan dan fingerprinting aktif secara default untuk Safari.
Namun, ada satu hal yang tidak dibahas dalam daftar Apple mengenai digital fingerprinting. Teknik pelacakan perangkat secara diam - diam yang dihidupkan kembali Google tahun ini.
Sebelumnya dilarang karena alasan privasi, tetapi Apple memiliki fitur Advanced Tracking and Fingerprinting Protection yang aktif default di mode penjelajahan pribadi.
Apple memberikan himbauan bukan kebijakan pelarangan pada App Store. Chrome masih bisa digunakan di iPhone selama diunduh dan diizinkan oleh pengguna.
Keputusan tetap di tangan pengguna apakah mau mengikuti saran Apple dan beralih ke Safari. Peringatan ini bisa menjadi pertimbangan ulang bagi pengguna yang peduli pada privasi.(*)
Editor : Juliana Belence