batampos - New York mengalami lonjakan kasus influenza dengan 71.123 kasus yang dilaporkan dalam satu minggu periode 14 - 20 Desember 2025.
Angka ini adalah angka tertinggi yang pernah dicatat sejak data flu mulai dicatat pada 2024.
"Jumlah kasus flu itu meningkat sekitar 38% dibandingkan minggu sebelumnya," kata New York State Department of Health, dikutip dari ABC7 New York, Senin (29/12).
Penyebaran virus influenza sangat cepat di seluruh negara bagian. Jumlah kumulatif kasus flu musim ini telah mencapai setidaknya 189.312 kasus di seluruh New York.
Rawat inap karena influenza meningkat hingga 63% dari sekitar 2.251 menjadi 3.666 pasien dalam seminggu terakhir.
Lonjakan tajam ini bahkan membuat beberapa rumah sakit kewalahan, terutama di New York City.
Unit gawat darurat mencatat banyak kunjungan pasien dengan gejala mirip flu.
Meski puncak musim flu biasanya terjadi pada Januari, tren saat ini sudah sangat tinggi dan diperkirakan dapat meningkat lagi.
Lonjakan ini didorong oleh jenis virus influenza A (H3N2), khususnya subvarian yang disebut subclade K yang menyebar lebih cepat dari biasanya.
Varian ini lebih mudah menular dan mempengaruhi efektivitas vaksin secara keseluruhan.
Gejala flu pada musim ini termasuk demam tinggi, nyeri otot, batuk, dan kadang muntah pada anak - anak.
Kasus yang parah atau komplikasi tetap berisiko, terutama pada anak kecil, orang tua, dan penderita penyakit kronis.
"Pihak kami terus memantau data termasuk kapasitas tempat tidur rumah sakit dan rawat inap," ujar Dr. James McDonald, Komisaris Kesehatan New York, dikutip dari Fox 5 New York.
Pemerintah dan tenaga medis mengimbau masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi flu. Menjaga kebersihan dan membatasi aktivitas guna menekan penularan.(*)
Editor : Juliana Belence