Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Bentrokan Terjadi di Kepulauan Aru Akibatkan Dua Warga Tewas, Minuman Keras jadi Pemicu

Chahaya Simanjuntak • Senin, 5 Januari 2026 | 13:30 WIB

KAPOLRES Kepulauan Aru, AKBP Albert P Sihite memberikan pengarahan kepada para anggotanya saat pengamanan di Desa Longgar dan Apara pascabentrok yang menyebabkan dua warga Tewas dan 26 rumah terbakar.
KAPOLRES Kepulauan Aru, AKBP Albert P Sihite memberikan pengarahan kepada para anggotanya saat pengamanan di Desa Longgar dan Apara pascabentrok yang menyebabkan dua warga Tewas dan 26 rumah terbakar.

Batampos - Bentrokan antarwarga terjadi di Kepulauan Aru, Maluku, Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIT atau pukul 17.00 WIB. Bentrokan terjadi antar dua desa bertetangga di kawasan Aru Tengah Selatan Longar dan Apara, yang menyebabkan dua warga tewas, puluhan luka-luka, dan 26 rumah terbakar.

Aparat kepolisian setempat yang dibantu satu personel Babinsa dan seorang tokoh agama sempat kewalahan menghadapi massa dari kedua kelompok warga. Setelah beberapa jam, aparat keamanan akhirnya berhasil memukul mundur warga yang bertikai kembali ke desa masing-masing.

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert P Sihite, mengatakan, dua korban tewas berasal dari Desa Longar akibat terkena busur panah. Kedua korban diketahui bernama Antoni Sareman dan Heri Marlisa.

Baca Juga: Dua Kelompok Driver Online Bentrok di Lubukbaja, Polisi masih Berjaga di TKP

"Korban meninggal dunia dua orang, sedangkan korban luka-luka berjumlah 25 orang, gabungan dari dua desa," ujar AKBP Albert saat dihubungi, Senin (5/1/2026) siang.

Albert menyebutkan, para korban selamat yang terluka, saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Meror, sementara sebagian lainnya dirujuk ke RSUD Cendrawasih Dobo karena mengalami luka serius.

Selain korban jiwa dan luka, konflik tersebut juga mengakibatkan 26 rumah warga mengalami kerusakan dan terbakar akibat amukan massa selama bentrokan berlangsung.

Terkait kondisi terkini, Kapolres memastikan situasi mulai terkendali meski pengamanan masih diperketat. Pihak kepolisian menurunkan 20 personel Brimob, 25 personel dari Polres Kepulauan Aru, dan 7 anggota dari Mapolsek Longar. Para personel dibagi ke dalam dua regu dan ditempatkan di Desa Longar dan Desa Apara.

"Pengamanan masih kami lakukan secara ketat untuk mengantisipasi bentrokan susulan dan aksi lanjutan dari kedua kelompok warga," ungkap Albert.

Baca Juga: Jaksa Kembali Terima Berkas Penyidikan Kasus Demo Bentrok soal Rempang

Mantan Kapolsek Nongsa ini juga mengungkapkan, bentrokan antarwarga kedua desa sebenarnya sudah beberapa kali terjadi sebelumnya, namun masih bisa ditolerir dan tidak menimbulkan korban jiwa. Insiden kali ini dinilai sebagai kejadian luar biasa karena menelan korban meninggal dunia serta menyebabkan kerusakan besar.

Menurut hasil penyelidikan sementara, bentrokan dipicu kesalahpahaman akibat mengonsumsi minuman keras jenis sopi. Sekelompok pemuda dari Desa Longar diketahui mendatangi Desa Apara untuk membeli minuman keras, sementara pemuda setempat juga dalam kondisi mabuk.

"Terjadi kesalahpahaman dan sakit hati, kemudian berujung pada adu mulut, tantangan duel, hingga penganiayaan yang akhirnya meluas menjadi bentrokan massal," ungkap Kapolres.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab serta mencegah konflik serupa terulang kembali. "Kami sudah amankan beberapa orang dan lidik awal masih kita lakukan sampai sekarang," tutup Albert. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Bentrokan di Kepulauan Aru #Kepulauan Aru #AKBP Albert P Sihite