batampos - Gempa berkekuatan hingga 6.4 skala magnitudo mengguncang wilayah prefektur Shimane di barat Jepang pada Selasa (6/1) pagi waktu setempat.
Guncangan terasa kuat di Matsue dan Tottori, namun tidak menimbulkan tsunami. Tidak ada korban besar.
Kereta cepat Shinkansen sempat ditunda sebagai langkah pencegahan. Sedikit luka ringan dilaporkan dan tidak ada dampak serius pada fasilitas nuklir di wilayah itu.
Japan Meteorological Agency mengimbau warga tetap waspada potensi gempa susulan.
"Dinas pemadam kebakaran setempat menerima beberapa laporan cedera ringan," kata Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang, dikutip dari AP News, Kamis (7/1).
Selain gempa, Badan Pengatur Nuklir Jepang menghentikan proses evaluasi keselamatan pembangkit tersebut setelah adanya data seismik yang mungkin dipilih oleh pihak perusahaan listrik.
Hamaoka berada di zona yang diprediksi memiliki risiko gempa besar. Kejadian gempa ini menimbulkan kekhawatiran publik dan politisi soal kesiapan menghadapi gempa besar yang akan datang.
Dalam beberapa minggu terakhir sebelum gempa 6,4 SR, Jepang sempat diguncang oleh gempa yang lebih kuat.
Pada 8 Desember 2025, sebuah gempa berkekuatan sekitar 7,5 - 7,6 SR mengguncang lepas pantai timur laut Jepang (prefektur Aomori dan sekitarnya).
Gempa ini menyebabkan puluhan orang terluka dan memicu peringatan tsunami di sepanjang pantai utara Jepang.
Jepang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik besar, seperti Pasifik, Filipina, dan Eurasia. Tekanan dari subduksi lempeng menghasilkan gempa besar dan aktivitas seismik intens.(*)
Editor : Juliana Belence