batampos - Di saat sejumlah pabrikan global berlomba mempercepat transisi ke kendaraan listrik, Mazda justru memilih langkah lebih hati - hati.
EV internal Mazda yang sebelumnya ditargetkan meluncur sekitar 2027 kini diperkirakan baru akan hadir paling cepat pada 2028 atau bahkan 2029.
Perubahan jadwal muncul di tengah dinamika industri otomotif global. Adanya permintaan EV yang tidak tumbuh secepat prediksi.
Tantangan juga terletak pada pengembangan teknologi baterai dan arsitektur EV milik Mazda sendiri. Mazda pertama kali mengumumkan Skyactiv EV Scalable Architecture pada 2021.
Platform ini dirancang untuk menopang berbagai ukuran mobil listrik yang dijadwalkan antara 2025 - 2030.
Baca Juga: Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak, 11 Penumpang Dalam Pencarian Basarnas
Namun, debut platform dan model pertama kini ditunda ke paling cepat 2028. Mazda tengah mempertimbangkan ulang strategi elektrifikasinya.
Perusahaan menyatakan meskipun mereka terus mengembangkan teknologi BEV, peluncuran akan ditentukan berdasarkan tren regulasi global dan kebutuhan konsumen.
Mazda juga berkomitmen pada model hibrida dan kerja sama teknologi. Salah satu contohnya adalah model seperti Mazda 6e dan CX-6e.
Model - model ini menggunakan platform yang bukan sepenuhnya buatan Mazda, tetapi langkah elektrifikasi sementara sambil menunggu platform internal selesai.
Penundaan juga tercatat bersamaan dengan penghentian varian listrik sepenuhnya Mazda MX-30 di beberapa pasar karena permintaan rendah.
Penundaan EV internal mungkin akan mengandalkan produk kerja sama serta teknologi hibrida dalam jangka menengah.
Strategi tersebut bisa mencerminkan pendekatan yang lebih konservatif dibandingkan beberapa rival yang agresif mengejar elektrifikasi penuh.(*)
Editor : Juliana Belence