batampos - Kabar bahwa OnePlus dikabarkan akan tutup sempat menimbulkan kegelisahan di kalangan pengguna dan penggemar setianya.
Klarifikasi muncul setelah sebuah investigasi dari Android Headlines mengklaim bahwa OnePlus sedang diserap ke dalam perusahaan induknya, Oppo.
"Laporan Android Headlines tidak benar. Operasional bisnis OnePlus di India berjalan normal," tulis CEO OnePlus India di X, @RobinLiuOnePlus, dikutip dari Digital Trends, Kamis (22/1).
Robin menegaskan untuk memverifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membagikan klaim yang tidak berdasar.
OnePlus menegaskan operasi bisnisnya di India tetap normal, tetapi tidak memberikan proyeksi pasar secara spesifik untuk ke depan.
OnePlus telah menjadi pemain yang cukup menonjol di pasar smartphone selama lebih dari satu dekade.
Ia dikenal lewat perangkat kelas premium dengan harga agresif serta komunitas pengguna yang kuat.
OnePlus meminta pelanggan, mitra, dan pemangku kepentingan untuk mengandalkan saluran komunikasi resmi. Kabar soal penutupan bermula dari laporan sebuah media teknologi.
Kabar itu menyatakan bahwa OnePlus sedang dibubarkan secara bertahap sebagai bagian dari restrukturisasi oleh Oppo.
Laporan menyebutkan bahwa kegiatan internal seperti keputusan produk dan tim regional telah berubah yang memicu spekulasi tentang masa depan brand.
OnePlus India menegaskan operasionalnya tetap berjalan dan tidak ada rencana untuk menutup brand secara formal. Divisi OnePlus di AS belum memberikan komentar publik terkait tudingan ini.
Keheningan menambah spekulasi di tengah laporan berkelanjutan tentang berkurangnya kerja sama dengan operator seluler serta saluran distribusi di Amerika Utara.
Spesifikasi pasar smartphone global sangat sensitif, termasuk penurunan pangsa pasar di beberapa negara dan integrasi OnePlus yang lebih erat dengan Oppo.(*)
Editor : Juliana Belence