batampos - Inisiatif Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang digagas Presiden AS Donald Trump memicu perdebatan di panggung global setelah diluncurkan dalam forum World Economic Forum di Davos, Swiss pada Kamis (22/1).
Sejumlah negara Eropa memilih menolak atau menahan komitmen karena kekhawatiran terhadap peran Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB).
Badan baru perdamaian tersebut dirancang untuk menangani konflik global, dimulai dari konflik di Gaza. Board of Peace diketuai oleh Presiden Donald Trump.
Dewan Perdamaian kini diposisi sebagai mekanisme yang lebih luas dalam mediasi konflik internasional dan penanganan krisis global.
Namun, beberapa pihak khawatir inisiatif ini bisa mengancam perlahan peran Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) dalam urusan keamanan internasional.
Daftar Negara yang Telah Konfirmasi Bergabung
Ada sejumlah negara yang menerima undangan Trump dan menyatakan bergabung dengan Dewan Perdamaian, dikutip dari The Associated Press:
1. Argentina
2. Armenia
3. Azerbaijan
4. Bahrain
5. Belarus
6. Mesir
7. Hongaria
8. Indonesia
9. Yordania
10. Kazakhstan
11. Kosovo
12. Maroko
13. Pakistan
14. Qatar
15. Arab Saudi
16. Turki
17. Uni Emirat Arab
18. Uzbekistan
19. Vietnam
Jumlah total negara yang telah menyatakan persetujuannya sekitar 19 negara. Partisipasi lebih banyak diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang.
Undangan telah dikirimkan kepada 50 negara, tetapi yang menyatakan bergabung diperkirakan sekitar 30 negara.
Negara yang tidak bergabung dalam Dewan Perdamaian, yaitu Prancis, Norwegia, Slovenia, dan Swedia.
Negara - negara yang telah diundang, tetapi belum memberi komitmen:
1. Inggris
2. Kamboja
3. Tiongkok
4. Kroasia
5. Jerman
6. Italia
7. Badan eksekutif Uni Eropa
8. Paraguay
9. Rusia
10. Singapura
11. Ukraina
Indonesia secara resmi telah bergabung dengan Dewan Perdamaian yang digagas oleh Donald Trump.
Presiden RI Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian Gaza bersama Trump dan perwakilan negara lainnya pada acara World Economic Forum.
Respon atas Dewan Perdamaian sangat bervariasi. Beberapa negara timur tengah telah secara terbuka mendukung inisiatif tersebut.
Namun, sejumlah sekutu tradisional AS di Eropa menolak gagasan itu. Kritikus menyatakan bahwa Board of Peace bisa menjadi alat diplomasi yang memecah belah.
Partisipasi negara - negara yang dipandang kontroversial dan ketidakhadiran sekutu besar AS di panggung Davos yang mencerminkan skeptisisme terhadap legitimasi forum tersebut.(*)
Editor : Juliana Belence