batampos - Chery kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan recall massal terhadap sejumlah model SUV andalannya di pasar domestik Tiongkok.
Kendaraan yang termasuk dalam penarikan adalah Chery Tansuo 06 (Jaecoo J7) dan Chery Tiggo 7 1.6T.
Penarikan didaftarkan kepada Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar Tiongkok dengan nomor S2026M0007V pada Jumat (23/2).
Chery melaksanakan langkah ini sebagai respon terhadap potensi risiko keselamatan yang ditemukan pada komponen kendaraan.
Penyebab penarikan adalah pemasangan klip harness kabel pada unit kontrol elektronik mesin (ECU) yang tidak terpasang dengan benar selama proses perakitan.
Jika klip tidak terpasang sesuai spesifikasi, kabel dapat mengalami gesekan dan abrasi seiring waktu. Ini berpotensi menyebabkan mesin kendaraan mati secara tiba - tiba saat digunakan.
Hal ini dinilai dapat menciptakan risiko keselamatan bagi pengemudi dan penumpang.
Unit yang terdampak bukan hanya versi bensin, tetapi mencakup varian kendaraan yang memakai mesin 1.6T dengan transmisi kopling ganda.
Masalah tersebut dianggap cukup serius sehingga Chery bertindak secara proaktif dan mendaftarkan recall kepada otoritas setempat.
"Pemilik kendaraan yang terdampak akan diberi layanan pemeriksaan gratis terhadap kabel harness ECU melalui jaringan dealer resmi," kata Chery, dikutip dari Sina Finance, Senin (26/1).
Perbaikan atau penggantian komponen akan dilakukan tanpa biaya kepada pemilik. Pemilik juga akan diberitahu melalui surat, telepon, atau pesan teks dari dealer resmi.
Regulator otomotif Tiongkok melalui State Administration for Market Regulation mewajibkan penarikan sesuai dengan aturan penarikan kendaraan cacat di negara tersebut.
Penarikan untuk mencegah risiko keselamatan yang lebih luas. Chery melakukan penarikan demi meminimalkan kemungkinan insiden kendaraan berhenti mendadak saat dikendarai di jalan.
Chery menjaga komitmen produknya dan keselamatan konsumen di tengah persaingan ketat di segmen SUV pasar global.(*)
Editor : Juliana Belence