Meningkatnya Ancaman Kejahatan Digital Global, Indonesia - AS Perkuat Kerja Sama Keamanan Siber
Chahaya Simanjuntak• Jumat, 30 Januari 2026 | 14:30 WIB
WAKIL AS bidang Bantuan Keamanan Kawasan, dan Diplomasi Publik di Biro Asia Timur dan Pasifik Robert Koepcke memberi sambutan saat Diskusi Kebijakan Ruang Siber. F Erik Kurniawan / Kedubes AS Jakarta
Batampos - Pemerintahan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) mengadakan diskusi kebijakan ruang siber. Forum ini menegaskan komitmen bersama kedua negara dalam memperkuat keamanan siber dan menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik (APAC) di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital global.
Forum diskusi ini mempertemukan pejabat senior pemerintah, pakar teknis, serta perwakilan terkait dari AS dan Indonesia. Delegasi AS dipimpin Wakil Asisten Menteri Luar Negeri bidang Bantuan Keamanan Kawasan dan Diplomasi Publik Biro Asia Timur dan Pasifik, Robert Koepcke.
Koepcke, dalam sambutannya menekankan pentingnya kerja sama strategis antar dua negara ini dalam penguatan kebijakan siber, penanganan penipuan daring atau online scam, serta pemberantasan kejahatan siber lintas negara.
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar AS di Jakarta, Peter Haymond, yang turut mendampingi delegasi AS, menyoroti kuatnya kerja sama siber bilateral yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir.
"Penipuan daring, ransomware, dan serangan siber berdampak pada kita semua dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang telah bekerja keras," ujar Haymond, Rabu (28/1/2026) lalu.
Ia pun meminta supaya dua negara membangun banteng pertahanan untuk memerangi kejahatan siber ini. " Bersama-sama, kita dapat membangun benteng pertahanan yang kuat untuk melindungi warga negara serta kemakmuran ekonomi kita," tambahnya.
Indonesia Terima Bantuan Keamanan Siber USD 10 Juta
Dalam kesempatan tersebut, Amerika Serikat juga mengumumkan bantuan baru bagi Indonesia, sehingga total dukungan AS di bidang keamanan siber kini mencapai 10 juta dolar AS.
Bantuan ini merupakan implementasi nyata dari Nota Kesepahaman Keamanan Siber bilateral serta bagian dari keberhasilan Kemitraan Strategis Komprehensif AS–Indonesia, termasuk Rencana Aksi Keamanan Siber.
Program-program tersebut ditujukan memperkuat ketahanan digital kedua negara melalui sejumlah langkah konkret, antara lain:
- Menampilkan Keunggulan Siber Amerika
Para ahli dari perusahaan keamanan siber Amerika akan memberikan pelatihan dan membekali pemerintah Indonesia dengan teknologi serta perangkat yang dibutuhkan untuk menghadapi serangan siber dan aktivitas digital berbahaya dari aktor asing.
- Perlindungan Infrastruktur Penting
Penguatan pertahanan siber diharapkan mampu melindungi infrastruktur vital Indonesia, sekaligus memitigasi ancaman terhadap rantai pasok perdagangan global yang berpotensi merugikan masyarakat dan dunia usaha, termasuk di Amerika Serikat.
- Melawan Kejahatan Siber Lintas Negara
Peningkatan kerja sama penegakan hukum bilateral ditujukan untuk mengganggu dan mencegah kejahatan terorganisasi lintas negara yang kian marak melakukan penipuan digital terhadap warga kedua negara.
- Meningkatkan Keamanan Kawasan Indo-Pasifik
Kerja sama yang semakin erat dengan negara-negara Asia Tenggara diyakini akan memperkuat kapabilitas siber kawasan serta mendorong terciptanya Indo-Pasifik yang stabil, aman, dan makmur.
AS menyatakan, pihaknya menantikan diskusi lanjutan dengan Indonesia guna terus memperdalam kerja sama di bidang keamanan siber, seiring tantangan digital global yang kian kompleks dan dinamis. (*)