batampos - Lonjakan minat terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengerek nilai saham perusahaan teknologi, tetapi juga mendongkrak harga aset digital seperti nama domain.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah penjualan domain AI.com dengan nilai fantastis mencapai US$70 juta atau sekitar Rp1,17 triliun.
Arsyan Ismail membeli domain tersebut pada tahun 1993 saat berusia sekitar 10 tahun dengan harga hanya US$100 menggunakan kartu kredit ibunya.
Ia menjelaskan bahwa pembelian itu bukan karena strategi investasi.
Ia memilih nama tersebut karena huruf "AI" ternyata sama dengan inisial namanya. Selama bertahun - tahun kepemilikannya di luar sorotan publik.
Domain itu menjadi salah satu alamat digital paling berharga di dunia seiring berkembangnya industri kecerdasan buatan global.
Domain AI.com kemudian dibeli oleh Kris Marszalek, co-founder dan CEO platform aset kripto Crypto.com, dalam kesepakatan bernilai US$70 juta.
Beberapa laporan menyatakan transaksi dibayarkan sepenuhnya dalam bentuk mata uang kripto. Proses pembelian relatif tertutup sejak bulan April 2025.
Setelah pembelian, domain AI.com diluncurkan kembali sebagai platform kecerdasan buatan (AI) yang fokus pada agentic AI.
Agentic AI yakni sistem AI yang bisa melakukan tugas nyata untuk pengguna dari mengirim pesan hingga berdagang saham melalui aplikasi lain.
Agentic AI menjadi sorotan dalam acara Super Bowl LX. Arsyan bukan hanya dikenal dengan penjualan domain, tetapi sebagai tokoh teknologi yang aktif selama lebih dari tiga dekade.
Ia terlibat dalam beberapa proyek internet seperti Friendster, programmer senior di Nuffnang, dan mendirikan 1337 tech pada 2013.
Kisah Arsyan Ismail menunjukkan bagaimana aset digital seperti nama domain bisa berkembang menjadi komoditas berharga dalam era teknologi modern.(*)
Editor : Juliana Belence