batampos - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Israel mengumumkan telah menewaskan Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, dalam sebuah operasi militer yang dilakukan di Teheran.
Klaim ini langsung menjadi sorotan dunia karena menyasar salah satu pejabat paling penting dalam struktur keamanan Iran.
Serangan ini disebut sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas untuk melemahkan struktur kepemimpinan Iran.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengonfirmasi bahwa Esmail Khatib tewas dalam serangan tersebut.
Ia menyebut kejadian ini sebagai pembunuhan keji terhadap pejabat tinggi negaranya.
Esmail Khatib diketahui menjabat sebagai Menteri Intelijen sejak 2021. Ia adalah salah satu tokoh kunci dalam sistem keamanan Iran.
Esmail Khatib tewas pada Rabu (18/3), akibat serangan udara yang dikaitkan dengan Israel.
Esmail Khatib merupakan tokoh penting dalam sistem intelijen Iran. Dianggap Israel berperan dalam operasi global serta penindasan internal.
Pembunuhan Khatib bukan kejadian tunggal. Dalam 48 jam terakhir, Israel juga menargetkan sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya, termasuk tokoh keamanan dan militer penting.
Israel juga memberi wewenang kepada militernya untuk menargetkan pejabat tinggi Iran lainnya tanpa persetujuan tambahan.
Serangan bahkan diikuti dengan pemboman fasilitas strategis Iran, termasuk ladang gas raksasa South Pars, yang memperburuk eskalasi konflik di kawasan.
Iran mengancam akan melakukan pembalasan besar - besaran. Iran telah meluncurkan serangan misil ke berbagai target, termasuk wilayah Israel dan kawasan Teluk.(*)
Editor : Juliana Belence