Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Diplomasi Hijau Indonesia Jepang, Dua Komodo Dipinjamkan untuk Program Pengembangbiakan

Juliana Belence • Rabu, 1 April 2026 | 10:15 WIB
Ilustrasi komodo.
Ilustrasi komodo. (unsplash.com/@dmrschmidt)

batampos - Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya dalam konservasi satwa global dengan menjalin kerja sama strategis bersama Jepang. 

Salah satu langkah yang diambil adalah rencana peminjaman komodo sebagai bagian dari program pengembangbiakan internasional.

Peminjaman dilakukan dalam skema breeding loan atau pengembangbiakan di luar habitat asli.

Komodo yang dipinjamkan akan ditempatkan di fasilitas konservasi di Prefektur Shizuoka, Jepang, di iZoo. Kebun binatang tersebut dikenal memiliki keahlian dalam menangani reptil langka.

Kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui perjanjian implementasi antara lembaga konservasi di Indonesia dan Prefektur Shizuoka, yaitu antara iZoo dan Kebun Binatang Surabaya, termasuk pengaturan teknis terkait pemeliharaan, transportasi, serta pengawasan satwa.

Baca Juga: Prabowo Kunjungan ke Jepang, PM Sanae Sambut di Istana Kekaisaran Akasaka Guest House

Penandatanganan MoU menjadi salah satu program memperkuat hubungan Indonesia-Jepang dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang. 

Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan dengan Kaisar Naruhito dan Perdana Menteri Sanae Takaichi guna mempererat hubungan bilateral antara kedua negara.

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama Pemerintah Prefektur Shizuoka, Jepang, secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama perlindungan dan konservasi satwa liar dengan fokus pada program breeding loan komodo (Varanus komodoensis).

MoU tersebut ditandatangani oleh Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan Republik Indonesia dan Yasutomo Suzuki, Gubernur Prefektur Shizuoka, Jepang, dalam rangka memperkuat kolaborasi bilateral di bidang konservasi keanekaragaman hayati.

"Kerja sama ini bukan sekadar pertukaran satwa, melainkan bagian dari Diplomasi Hijau (Green Diplomacy) komitmen jangka panjang Indonesia dalam menjaga warisan biodiversitas dunia," ujar Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, dikutip dari Kehutanan.go.id, Rabu (1/4).

Kedua pihak menegaskan komitmen terhadap prinsip kesejahteraan satwa dan kepatuhan terhadap ketentuan internasional, termasuk Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Pelaksanaan program akan dilakukan secara hati - hati, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang - undangan nasional maupun standar internasional.

Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya dalam kepemimpinan global di bidang konservasi keanekaragaman hayati sebagai bagian dari kontribusi terhadap keberlanjutan alam di tingkat nasional dan global.(*)

Editor : Juliana Belence
#Kementerian Kehutanan Republik Indonesia #komodo #indonesia #Presiden Prabowo #jepang