batampos — Produk tempe Indonesia mulai mengukuhkan langkah di pasar non-tradisional. Melalui fasilitasi perwakilan dagang, produsen dalam negeri resmi menembus pasar Chile dengan nilai kerja sama mencapai USD 125.000 atau setara Rp2,1 miliar.
Kesepakatan bisnis ini mempertemukan PT Azaki Food International dengan perusahaan pangan Chile, OM SpA, dalam penandatanganan yang berlangsung di kantor Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago, Rabu (1/4).
Langkah ini tidak sekadar transaksi ekspor, tetapi menjadi strategi awal ekspansi tempe Indonesia ke kawasan Amerika Latin yang selama ini belum tergarap maksimal.
Baca Juga: Bethesda Ungkap Trailer Free Lanes Starfield, Eksplorasi Makin Bebas
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menegaskan kerja sama tersebut mencerminkan pemanfaatan konkret perjanjian dagang Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).
“Ini momentum penting untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi produk pangan Indonesia di kancah global,” ujarnya.
Bidik Pasar Sehat dan Berbasis Nabati
Chile dipilih sebagai titik masuk karena memiliki tren konsumsi yang mengarah pada makanan sehat dan berbasis nabati. Permintaan terhadap produk fermentasi seperti tempe pun terus meningkat.
Kepala ITPC Santiago, Indah Fajarwati Bachter, menjelaskan bahwa strategi awal difokuskan pada penguatan distribusi dan pengenalan produk di pasar lokal.
“Chile akan menjadi entry point sebelum ekspansi ke negara lain di Amerika Latin,” katanya.
Baca Juga: Jaga Iklim Investasi, Kapolda Kepri Instruksikan Pengamanan Ketat di Kabil
Dalam kerja sama ini, OM SpA berperan sebagai mitra distribusi yang akan mengelola pemasaran, promosi, hingga pemenuhan regulasi impor di Chile.
Direktur OM SpA, Bojan Urbancic, melihat tempe sebagai produk yang selaras dengan gaya hidup sehat masyarakat modern.
“Tempe bukan hanya makanan, tetapi bagian dari tren nutrisi global yang terus berkembang,” ujarnya.
Diplomasi Dagang dan Peluang Ekspansi
Duta Besar RI untuk Chile, Vedi Kurnia Buana, menilai kerja sama ini sebagai wujud konkret diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Amerika Latin.
Baca Juga: Fitur Baru WhatsApp, AI Tulis Chat dan Edit Foto Tanpa Aplikasi Tambahan
Menurutnya, posisi Chile sebagai hub regional membuka peluang lebih luas bagi produk Indonesia untuk menjangkau pasar sekitarnya.
Sementara itu, PT Azaki Food International yang telah lebih dulu menembus pasar Jepang, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat, optimistis ekspansi ini akan memperkuat posisi tempe sebagai komoditas global.
Dengan tren permintaan pangan sehat yang terus meningkat, tempe Indonesia diproyeksikan tidak lagi sekadar produk tradisional, melainkan menjadi pemain baru dalam industri makanan berbasis nabati dunia. (*)
Editor : M Tahang